Antisipasi Mogok Produksi, Jabar Usul Harga Tahu-Tempe Naik 30%

Jum'at, 28 Mei 2021 - 04:05 WIB
Ketimbang melakukan mogok produksi, Eem menyatakan bahwa Gakoptindo telah menyarankan agar produsen tahu dan tempe menaikkan harga jual tahu dan tempe maksimal 30%.

“Kalau tahu tempe naik 30%, itu tidak akan jadi masalah. Secara organisasi, Gakoptindo tidak menyarankan libur produksi, kalau dia mogok implikasinya malah akan lebih banyak," terangnya.



Eem menilai, menaikan harga jual tahu dan tempe dapat menjadi solusi jangka pendek yang bisa ditempuh oleh para produsen ketimbang mogok produksi. “Sambil kita menunggu kebijakan lebih lanjut dari Kementerian Perdagangan," katanya.

Sementara itu, melalui keterangan resminya, Ketua Paguyuban Tahu dan Tempe Jabar,Zamaludin menyatakan,mogok produksi akan dilakukan pada 28-30 Mei 2021. Mogok produksi kata dia, dilakukan untuk memprotes kenaikan harga kedelai.

Selain mengancam mogok produksi, Zamaludin menyatakan, para produsen tahu dan tempe di Jabar menyepakati kenaikan harga tahu dan tempe sebesar 15-20%. Rencana mogok produksi dan menaikkan harga tahu dan tempe itu sudah disosialisasikan melalui surat edaran yang disebar ke seluruh produsen tahu dan tempe di Jabar. “Surat edaran ini kami buat dan kami sampaikan agar diperhatikan dan dilaksanakan demi kebaikan bersama,” katanya.
(nic)
Halaman :
Lihat Juga :
tulis komentar anda
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More Content