Tekan Kasus DBD, Sleman Luncurkan Program Si Wolly Nyaman
Jum'at, 21 Mei 2021 - 13:47 WIB
Kepala Dinkes Sleman, Joko Hastaryo mengatakan program Si Wolly Nyaman ini sebagai upaya dalam mengendalikan kasus DBD di Sleman melalui pengunanaan teknologi. Ini diperlukan, karena secara ilmiah, penerapan program tersebut telah menunjukkan hasil yang baik dalam percobaanya. Wolbachia juga dinilai efektif dalam menurunkan penularan virus dengue
“Adanya kenaikan jumlah kasus DBD ini, maka penerapan teknologi nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia sangat dibutuhkan. Sehingga dengan program ini diharapkan kasus DBD di Sleman dapat di tekan.” kata Joko, Jumat (21/5/2021)
Sedangkan upaya lainnya, yakni dengan membentuk kelompok kerja operasional (Pokjanal), terutama dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan dan perumahan dan gerakan jumlah bersih. Baca juga: Selama Januari 2021, Empat Warga Jawa Timur Meninggal Akibat DBD
Project Leadaer WMP Prof. Adi Utari menjelaskan dari penelitian, Wolbachia terbukti mampu menurunkan 77 persen kasus DBD di Kota Yogyakarta. Teknologi program Wolbachia tersebut juga aman dan ramah lingkungan serta mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama.
Sleman sendiri akan menjadi wilayah pertama dalam implementasi program ini.
“Adanya kenaikan jumlah kasus DBD ini, maka penerapan teknologi nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia sangat dibutuhkan. Sehingga dengan program ini diharapkan kasus DBD di Sleman dapat di tekan.” kata Joko, Jumat (21/5/2021)
Sedangkan upaya lainnya, yakni dengan membentuk kelompok kerja operasional (Pokjanal), terutama dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan dan perumahan dan gerakan jumlah bersih. Baca juga: Selama Januari 2021, Empat Warga Jawa Timur Meninggal Akibat DBD
Project Leadaer WMP Prof. Adi Utari menjelaskan dari penelitian, Wolbachia terbukti mampu menurunkan 77 persen kasus DBD di Kota Yogyakarta. Teknologi program Wolbachia tersebut juga aman dan ramah lingkungan serta mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama.
Sleman sendiri akan menjadi wilayah pertama dalam implementasi program ini.
Lihat Juga :