Pemilihan Ketum IA ITB Dinilai Tidak Jurdil, IKA POLBAN Keluarkan 8 Pernyataan Sikap
Jum'at, 16 April 2021 - 15:07 WIB
"Kami Alumni ITB yang berasal dari kampus Politeknik ITB, berkuliah enam semester di kampus Ciwaruga, merasa mendapat perlakuan yang berbeda dengan pemilih Alumni ITB yang lain, khususnya yang berasal dari Program Profesi Insinyur (PPI) yang kuliah hanya dua semester. Perlu diketahui bahwa dalam penyambutan mahasiswa baru dan pelepasan (wisuda) Politeknik ITB saat itu, dilakukan oleh Rektor ITB, serta ijazah kamipun ditandatangani oleh Rektor ITB," sambungnya.
Diutarakannya lagi, keberatan atas diskriminatifnya panitia kongres dalam pendaftaran pemilih maupun verifikasi daftar pemilih sementara untuk menjadi DPT ivoting pemilu IA ITB telah disampaikan baik secara individu maupun surat dari Ikatan Alumni Polban/Poltek ITB kepada Panitia. Baca: Pukul Kepala Karyawan dengan Airgun hingga Bocor, Pemilik Rumah Makan Ditangkap.
"Namun sampai berakhirnya masa pendaftaran DPT pada tanggal 11 April 2021, data yang disampaikan tersebut tidak pernah ada tindak lanjut sama-sekali, yang menyebabkan ribuan alumni Politeknik tidak bisa mendaftar," lanjutnya.
Lebih jauh disampaikan Agus, pada 12 April 2021 pihaknya mendeteksi adanya penambahan akses pilihan jurusan: Program D3 Politeknik ITB dan berisi data-data DPS Alumni ITB yang berasal dari Data BAAK Politeknik Negeri Bandung. Namun pada tanggal tersebut pendaftaran sudah tidak dapat dilakukan karena sudah di luar batas pendaftaran yang ditutup pada tanggal 11 April 2021 pukul 23.59 WIB. Baca Juga: Wanita Paruh Baya Ini Nekat Gadaikan Mobil Rental untuk Bayar Utang.
"Akibatnya kami merasa malu dan marah, karena dengan penerapan teknologi maju dalam proses pemilihan ketua umum pengurus pusat IA ITB kali ini, yang didalam kepanitiaannya diisi oleh putra-putri terbaik bangsa, justru malah menyebabkan Alumni Politeknik ITB mengalami kehilangan hak suara akibat pengurusnya sangat tidak professional dan benar-benar tidak memperhatikan ketentuan pasal-pasal AD/ART IA ITB tersebut," pungkasnya.
Diutarakannya lagi, keberatan atas diskriminatifnya panitia kongres dalam pendaftaran pemilih maupun verifikasi daftar pemilih sementara untuk menjadi DPT ivoting pemilu IA ITB telah disampaikan baik secara individu maupun surat dari Ikatan Alumni Polban/Poltek ITB kepada Panitia. Baca: Pukul Kepala Karyawan dengan Airgun hingga Bocor, Pemilik Rumah Makan Ditangkap.
"Namun sampai berakhirnya masa pendaftaran DPT pada tanggal 11 April 2021, data yang disampaikan tersebut tidak pernah ada tindak lanjut sama-sekali, yang menyebabkan ribuan alumni Politeknik tidak bisa mendaftar," lanjutnya.
Lebih jauh disampaikan Agus, pada 12 April 2021 pihaknya mendeteksi adanya penambahan akses pilihan jurusan: Program D3 Politeknik ITB dan berisi data-data DPS Alumni ITB yang berasal dari Data BAAK Politeknik Negeri Bandung. Namun pada tanggal tersebut pendaftaran sudah tidak dapat dilakukan karena sudah di luar batas pendaftaran yang ditutup pada tanggal 11 April 2021 pukul 23.59 WIB. Baca Juga: Wanita Paruh Baya Ini Nekat Gadaikan Mobil Rental untuk Bayar Utang.
"Akibatnya kami merasa malu dan marah, karena dengan penerapan teknologi maju dalam proses pemilihan ketua umum pengurus pusat IA ITB kali ini, yang didalam kepanitiaannya diisi oleh putra-putri terbaik bangsa, justru malah menyebabkan Alumni Politeknik ITB mengalami kehilangan hak suara akibat pengurusnya sangat tidak professional dan benar-benar tidak memperhatikan ketentuan pasal-pasal AD/ART IA ITB tersebut," pungkasnya.
(nag)
Lihat Juga :