DPRD Makassar Dorong Simulasi Sekolah Tatap Muka di Pulau
Selasa, 06 April 2021 - 07:25 WIB
"Jadi semua itu harus tersedia untuk memberikan rasa aman," tutur dia.
Ketua PGRI Kepulauan Sangkarrang, Hasanuddin Yafid, menambahkan pihaknya sangat siap menerapkan sistem belajar tatap muka. Alasannya, sinyal masih kurang, bahkan sarana dan prasarana yang kurang memadai.
"Sinyal kurang, kemudian listrik hanya siang hari kemudian tingkat pendidikan orang tua itu kurang di pulau, sehingga untuk pembelajaran jarak jauh agak susah," ungkap dia.
Hasanuddin menyampaikan untuk skema pembelajaran tatap muka akan dibatasi. Setiap rombel berjumlah 15 orang. Tidak boleh lebih dari jumlah yang ditentukan.
"Orang tua juga sudah siap mendukung kegiatan sekolah tatap muka, mengingat bahwa ortu di pulau itu mereka sibuk sebagai nelayan. Kemudian Ibu Rumah Tangga (IRT) tidak terpelajar atau pendidikannya rendah, sehingga mereka sangat menginginkan tatap muka," tutup dia.
Baca Juga: DPR Usul Ada Simulasi Sebelum Sekolah Tatap Muka Dibuka
Ketua PGRI Kepulauan Sangkarrang, Hasanuddin Yafid, menambahkan pihaknya sangat siap menerapkan sistem belajar tatap muka. Alasannya, sinyal masih kurang, bahkan sarana dan prasarana yang kurang memadai.
"Sinyal kurang, kemudian listrik hanya siang hari kemudian tingkat pendidikan orang tua itu kurang di pulau, sehingga untuk pembelajaran jarak jauh agak susah," ungkap dia.
Hasanuddin menyampaikan untuk skema pembelajaran tatap muka akan dibatasi. Setiap rombel berjumlah 15 orang. Tidak boleh lebih dari jumlah yang ditentukan.
"Orang tua juga sudah siap mendukung kegiatan sekolah tatap muka, mengingat bahwa ortu di pulau itu mereka sibuk sebagai nelayan. Kemudian Ibu Rumah Tangga (IRT) tidak terpelajar atau pendidikannya rendah, sehingga mereka sangat menginginkan tatap muka," tutup dia.
Baca Juga: DPR Usul Ada Simulasi Sebelum Sekolah Tatap Muka Dibuka
(agn)
Lihat Juga :