DPRD Makassar Dorong Simulasi Sekolah Tatap Muka di Pulau

Selasa, 06 April 2021 - 07:25 WIB
loading...
DPRD Makassar Dorong...
Pemkot Makassar didorong melakukan uji coba sekolah tatap muka di wilayah kepulauan. Foto: Dok/SINDOnews
A A A
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mulai bersiap membuka sekolah tatap muka. Sebanyak 5.000 tenaga pendidik sudah disuntik vaksin.

Ketua Komisi D DPRD Makassar , Wahab Tahir mendorong Pemkot Makassar melakukan uji coba sekolah tatap muka di wilayah kepulauan. Sebab jika ada yang terpapar, bisa segera ditangani dengan cepat.

"Saya berharap uji coba itu di pulau, sehingga kalau ada apa-apa kita bisa cepat lakukan isolasi," kata Wahab, Senin (5/4/2021).

Pertimbangan lain, lanjut Wahab, perlu ada uji coba Standard Operasional Prosedur (SOP) sekolah tatap muka di tengah pandemi. Sehingga menurut dia, Pulau Sangkarrang paling tepat untuk dilakukan simulasi.

Apalagi, kata dia, Pulau Sangkarrang sudah masuk wilayah zona hijau. Antusias guru di pulau termasuk siswa juga cukup tinggi untuk menjalankan sekolah tatap muka.

"Sangkarrang itu mereka paling siap sekolah offline. Karena sampai hari ini, Sangkkarang sudah masuk wilayah yang hijau," ujar dia.

Baca Juga: 14 Provinsi Dinyatakan Siap, DPD Imbau Sekolah Tatap Muka Dilakukan Bertahap

Legislator Golkar itu menambahkan proses percontohan rencananya akan digelar pada April ini. Lokasi yang dipilih bahkan dinilai sudah tepat.

Beberapa pertimbangan selain guru telah melakukan proses vaksinasi Covid-19 , adalah skema belajar dinilai telah matang untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Kan ada SOP sekolah offline, kita bisa uji coba di pulau. Paling tidak, uji cobanya disitu," papar dia.

Disisi lain, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Fatma Wahyudin menekankan protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat.

Dia pun mendukung Pemkot Makassar melaksanakan sekolah tatap muka dalam waktu dekat ini. Skemannya perpaduan online dan offline.

"Yang terpenting kalau sekolah ingin melaksanakan belajar tatap muka wajib menerapkan protokol kesehatan ," ujar dia.

Baca Juga: Kasus Bertambah, Disdik Bulukumba Belum Punya Rencana Gelar Sekolah Tatap Muka

Dalam hal ini, lanjut dia, semua sekolah telah menyiapkan kelengkapan protokol kesehatan di sekolah. Diantaranya, menyiapkan alat cuci tangan, hand sanitizer di dalam ruang kelas masing-masing, mengatur jarak kursi anak, dan memakai masker.

"Jadi semua itu harus tersedia untuk memberikan rasa aman," tutur dia.

Ketua PGRI Kepulauan Sangkarrang, Hasanuddin Yafid, menambahkan pihaknya sangat siap menerapkan sistem belajar tatap muka. Alasannya, sinyal masih kurang, bahkan sarana dan prasarana yang kurang memadai.

"Sinyal kurang, kemudian listrik hanya siang hari kemudian tingkat pendidikan orang tua itu kurang di pulau, sehingga untuk pembelajaran jarak jauh agak susah," ungkap dia.

Hasanuddin menyampaikan untuk skema pembelajaran tatap muka akan dibatasi. Setiap rombel berjumlah 15 orang. Tidak boleh lebih dari jumlah yang ditentukan.

"Orang tua juga sudah siap mendukung kegiatan sekolah tatap muka, mengingat bahwa ortu di pulau itu mereka sibuk sebagai nelayan. Kemudian Ibu Rumah Tangga (IRT) tidak terpelajar atau pendidikannya rendah, sehingga mereka sangat menginginkan tatap muka," tutup dia.

Baca Juga: DPR Usul Ada Simulasi Sebelum Sekolah Tatap Muka Dibuka
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sekolah Jam 5 Pagi,...
Sekolah Jam 5 Pagi, Banyak Siswa di Kupang Datang Terlambat
Surabaya Buka PTM 100...
Surabaya Buka PTM 100 persen, Siswa Wajib Kantongi Izin Orangtua
Tips Mendampingi Tumbuh...
Tips Mendampingi Tumbuh Kembang Anak Selama Pembelajaran Daring
Gegara Orang Tua Siswa...
Gegara Orang Tua Siswa Positif COVID-19, PTM di SMAN 1 Lembang Dihentikan
Pelajar dan Guru Positif...
Pelajar dan Guru Positif Covid-19, Lima Sekolah di Bandung Ditutup 15 Hari
Penuhi Syarat, Kobar...
Penuhi Syarat, Kobar Bisa Mulai Terapkan Sekolah Tatap Muka 100 Persen
Sekolah Terdampak Bencana...
Sekolah Terdampak Bencana Siap Aktifkan Kembali Pembelajaran Tatap Muka
Sosiolog Unair Sebut...
Sosiolog Unair Sebut Sekolah Masuk Jam 5 Pagi di NTT Timbulkan Kekerasan Simbolik
Dokter Sarankan Anak...
Dokter Sarankan Anak Belajar di Kelas dengan Jendela Terbuka, Cegah Penularan Covid-19 Selama PTM
Rekomendasi
Pemerintah Evaluasi...
Pemerintah Evaluasi Program Prioritas, Bakom RI: Waspadai Disinformasi
Baskara Putra Raih Penghargaan...
Baskara Putra Raih Penghargaan Musik Bergengsi di Jepang Lewat Lagu 'everything u are'
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Berita Terkini
Polisi Sebut Demo di...
Polisi Sebut Demo di Bundaran HI Tidak Sesuai Aturan, Begini Respons BEM UI
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
Kemenhut Bongkar Perdagangan...
Kemenhut Bongkar Perdagangan 100 Satwa Dilindungi dari Papua, 2 Oknum Aparat Ditangkap
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved