Pencatut Nama Kapolres Enrekang Tipu Belasan Juta Rupiah Dua Lembaga Sosial
Minggu, 04 April 2021 - 18:11 WIB
Lanjut Tima, jika si penipu mengirim dana Rp8,5 juta ke rekening panti asuhan. Dan memintanya mengirim kembali Rp3,5 juta ke rekening Panti Asuhan Al-Mubarakah yang disebut si penipu dengan alasan santrinya sakit di Parepare. Dan Rp5 juta sisanya si penipu menyebut untuk panti Asuhan Al-Mukhlisin itu sendiri.
Keesokan harinya kembali si penipu mengirim dana Rp3,5 juta ke panti asuhan Al-Mukhlisin. Dan kembali meminta ditransfer ulang ke Panti Asuhan Al-Mubarakah Rp2 juta dan sisanya 1,5 juta untuk Al-Mukhlisin.
Namun, belakangan baru sadar telah ditipu setelah memeriksa rekening lembaga. Ternyata tidak ada uang masuk baik yang berjumlah Rp8,5 juta atau Rp3,5 juta. Bahkan panti asuhan ini rugi Rp5,5 juta. Ternyata selama ini struk transfer yang dikirim penipu adalah palsu.
"Saya cek rekening, ternyata tidak pernah ada uang masuk sejumlah yang disebutkan pencatut Kapolres itu. Saya baru sadar telah ditipu," sesalnya.
Baca Juga: Kapolres Enrekang: Pengamanan Paskah Maksimal dengan didukung TNI, Pemda, dan Ormas Islam
Hal yang sama juga terjadi di Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Sumillan, Kecamatan Alla. Modusnya hampir sama, si penipu berpura-pura mengirim uang dan meminta sebagian ditransfer kembali ke rekening yang disebut si penipu. Yakni Rp13,5 juta dan minta ditarasfer kembali Rp5,5 juta dan sisanya untuk Pesantren Darul Arqam itu sendiri. Meski yang terjadi di Pesantren ini belum bisa dipastikan apakah juga mencatut nama Kapolres atau tidak, namun modusnya mirip.
Keesokan harinya kembali si penipu mengirim dana Rp3,5 juta ke panti asuhan Al-Mukhlisin. Dan kembali meminta ditransfer ulang ke Panti Asuhan Al-Mubarakah Rp2 juta dan sisanya 1,5 juta untuk Al-Mukhlisin.
Namun, belakangan baru sadar telah ditipu setelah memeriksa rekening lembaga. Ternyata tidak ada uang masuk baik yang berjumlah Rp8,5 juta atau Rp3,5 juta. Bahkan panti asuhan ini rugi Rp5,5 juta. Ternyata selama ini struk transfer yang dikirim penipu adalah palsu.
"Saya cek rekening, ternyata tidak pernah ada uang masuk sejumlah yang disebutkan pencatut Kapolres itu. Saya baru sadar telah ditipu," sesalnya.
Baca Juga: Kapolres Enrekang: Pengamanan Paskah Maksimal dengan didukung TNI, Pemda, dan Ormas Islam
Hal yang sama juga terjadi di Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Sumillan, Kecamatan Alla. Modusnya hampir sama, si penipu berpura-pura mengirim uang dan meminta sebagian ditransfer kembali ke rekening yang disebut si penipu. Yakni Rp13,5 juta dan minta ditarasfer kembali Rp5,5 juta dan sisanya untuk Pesantren Darul Arqam itu sendiri. Meski yang terjadi di Pesantren ini belum bisa dipastikan apakah juga mencatut nama Kapolres atau tidak, namun modusnya mirip.
Lihat Juga :