Petugas Dikabarkan Sita Dua Pucuk Senpi di Kamar Terduga Teroris Tulungagung

Rabu, 31 Maret 2021 - 06:03 WIB
Abu Umar mengatakan tidak melihat hal aneh dari menantunya. Yakni terutama merujuk pada penampilan sosok teroris, Abu Umar mengaku tidak melihat hal itu. Sepengetahuannya, NM juga bergaul dengan lingkungan, lazimnya warga desa lainnya."Juga datang saat diundang kendurian, tahlilan," tambah Abu Umar. NM berasal dari Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Ia menikahi MB, putri Abu Umar pada tahun 2005 dan sudah dikaruniai dua anak. Baca juga: Densus 88 Terus Bekerja, Masyarakat Diimbau Jangan Takut Teror Bom

Sehari hari NM bekerja di lingkungan pertanian. Kecuali ke Nglegok, Kabupaten Blitar untuk menjenguk orang tuanya, NM yang hanya lulusan STM, juga tidak pernah kemana mana. Termasuk juga tidak pernah menerima tamu dari jauh.Abu Umar mengaku belum percaya menantunya ditangkap karena diduga terlibat jaringan teroris. Ia berharap dalam kasus ini petugas salah menangkap orang. Abu Umar juga mengaku belum tahu pasti posisi menantu, anak serta cucunya saat ini. Sebab telepon selularnya juga sudah tidak bisa dihubungi.

Ia hanya menerima informasi dari Kapolsek Rejotangan, kalau saat ini mereka berada di Polres Tulungagung . "Saya belum percaya. Semoga salah tangkap dan segera dipulangkan," kata Abu Umar penuh harap. Sementara hingga saat ini aparat kepolisian Tulungagung belum bisa dikonfirmasi.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!