70,5 Persen Diselimuti Zona Merah, Sleman Gagal Pertahankan Zona Kuning

Sabtu, 20 Maret 2021 - 12:37 WIB
Joko menjelaskan Sleman sebelumnya sudah masuk zona kuning, namun dalam dua minggu terakhir gagal mempertahankan, sebab beberapa wilayah resiko penuranya tinggi. Ini tidak lepas dari indikator peningkatan kasus positif, sehingga Sleman terdegradasi ke zona merah.

“Jika dirunut lagi, melonjaknya temuan kasus dikarenakan tracing yang belakangan gencar dilaksanakan. Selain tracing yang masif, mulai kendornya penerapan protokol kesehatan juga turut andil dalam perluasan zona merah,” paparnya.

Untuk itu, dia mengimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) COVID-19, dengan menerpakan 5 M, (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau handsanitezer, menjaga jarak, menghindari berkerumum dan meminimalisir mobilitas), menjaga imunitas, dengan berolahraga, berjemur di pagi hari dan mengkonsumsi buah serta makanan yang bergizi.

Termasuk mentaaati PTKM yang sekarang sedang berlansung. “Kami berharap dengan langkah ini, kasus COVID-19 di Sleman dapat ditekan. Sehingga Sleman bisa ke zona orage, kuning dan hijau,” harapnya. Bava juga: 2.681 Orang Ikuti Vaksinasi COVID-19 Massal di GSP UGM

Secara akumulatif kasus COVID-19 di Sleman Sabtu a(20/3/2021) hingga pukul 10.30 WIB, terkonfirmasi 11154 kasus. Rinciannya, kasus aktif 780 orang, sembuh 10072 orang, meninggal dunia, 302 orang. Dari jumlah itu bergejala 5656 orang dan tanpa gejala 5498 orang.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!