Strategi Adaptasi dan Transformasi Lakon Wayang Sesaji Raja Suya
Senin, 08 Maret 2021 - 21:47 WIB
Dhianita Kusuma Pertiwi, Pemenang Nusantara Academic Award 2020. Foto istimewa
Dhianita Kusuma Pertiwi, Pemenang Nusantara Academic Award 2020
INOVASIdan konservasi merupakan strategi pengembangan budaya yang tepat di era penuh disrupsi saat ini.Kesenian sebagai produk kebudayaan perlu terus berkembang sesuai dengan konteks zaman dengan menjadikan masa lalu sebagai titik berangkat. Fenomena tarik-menarik antara tuntutan mengikuti kebaruan dan menjaga nilai tradisi menjadi tantangan bagi pelaku dunia kesenian tradisi, termasuk pewayangan.
Artikel pengembangan dari tesis Transformasi Konsep Kekuasaan dalam Adaptasi Sabha-parva ke Lakon Wayang Sesaji Raja Suya Karya Ki Purbo Asmoro yang mendapatkan penghargaan Nusantara Academic Award 2020 melalui kerjasama Nusantara Institute dan BCA ini akan membahas tentang strategi adaptasi dan transformasi lakon wayang Sesaji Raja Suya dalam konteks pengembangan seni tradisi di Indonesia.
Lakon Sesaji Raja Suya diadaptasi dari Sabha-parva, kitab kedua Mahabharata. Kata sabha yang dalam Bahasa Indonesia berarti “ruang pertemuan”, mewakili inti cerita, yakni peristiwa-peristiwa yang berlangsung di ruang pertemuan kerajaan Indraprastha dan Astinapura, antara lain perencanaan dan pelaksanaan upacara rajasuya oleh Pandawa di ruang pertemuan kerajaan Indraprastha, dan permainan dadu antara Sengkuni dan Yudhistira di balai pertemuan Astinapura. Dari keseluruhan cerita tersebut, lakon wayang Sesaji Raja Suya hanya mengadaptasi kisah persiapan dan pelaksanaan upacara rajasuya.
INOVASIdan konservasi merupakan strategi pengembangan budaya yang tepat di era penuh disrupsi saat ini.Kesenian sebagai produk kebudayaan perlu terus berkembang sesuai dengan konteks zaman dengan menjadikan masa lalu sebagai titik berangkat. Fenomena tarik-menarik antara tuntutan mengikuti kebaruan dan menjaga nilai tradisi menjadi tantangan bagi pelaku dunia kesenian tradisi, termasuk pewayangan.
Artikel pengembangan dari tesis Transformasi Konsep Kekuasaan dalam Adaptasi Sabha-parva ke Lakon Wayang Sesaji Raja Suya Karya Ki Purbo Asmoro yang mendapatkan penghargaan Nusantara Academic Award 2020 melalui kerjasama Nusantara Institute dan BCA ini akan membahas tentang strategi adaptasi dan transformasi lakon wayang Sesaji Raja Suya dalam konteks pengembangan seni tradisi di Indonesia.
Lakon Sesaji Raja Suya diadaptasi dari Sabha-parva, kitab kedua Mahabharata. Kata sabha yang dalam Bahasa Indonesia berarti “ruang pertemuan”, mewakili inti cerita, yakni peristiwa-peristiwa yang berlangsung di ruang pertemuan kerajaan Indraprastha dan Astinapura, antara lain perencanaan dan pelaksanaan upacara rajasuya oleh Pandawa di ruang pertemuan kerajaan Indraprastha, dan permainan dadu antara Sengkuni dan Yudhistira di balai pertemuan Astinapura. Dari keseluruhan cerita tersebut, lakon wayang Sesaji Raja Suya hanya mengadaptasi kisah persiapan dan pelaksanaan upacara rajasuya.
Lihat Juga :