Driver Online Masuk Daftar Prioritas Vaksinasi Tahap Kedua, Ini Respons PDOI Jatim
Jum'at, 12 Februari 2021 - 19:01 WIB
Diakui oleh Daniel, selama masa pandemi Covid-19, pendapatan driver online menurun drastis. Penurunan penghasilan driver online bisa mencapai 50-70 persen.
Baca juga: Paska Vaksinasi Sejumlah Nakes Tulungagung Alami Pusing, Tapi Pulih Sendiri
“Misal, untuk ojol. Yang biasanya sehari bisa mendapatkan penghasilan 100 ribu-200 ribu. Sekarang hanya bisa membawa pulang uang sebesar 50 ribu-150 ribu. Bahkan, tak sedikit yang hanya memperoleh penghasilan sebesar 30 ribu-50 ribu. Tentu saja, penghasilan segitu tidak cukup bagi mereka yang sudah berkeluarga dan punya anak," ungkap Daniel.
Sekadar diketahui, Kementerian Kesehatan tengah mematangkan pendataan vaksinasi Covid-19 tahap kedua bagi petugas pelayanan publik yang dijadwalkan berlangsung Maret 2021. Dari target 18,5 juta orang sasaran vaksinasi tahap kedua, 1.251.866 diantaranya adalah driver online.
Baca juga: Paska Vaksinasi Sejumlah Nakes Tulungagung Alami Pusing, Tapi Pulih Sendiri
“Misal, untuk ojol. Yang biasanya sehari bisa mendapatkan penghasilan 100 ribu-200 ribu. Sekarang hanya bisa membawa pulang uang sebesar 50 ribu-150 ribu. Bahkan, tak sedikit yang hanya memperoleh penghasilan sebesar 30 ribu-50 ribu. Tentu saja, penghasilan segitu tidak cukup bagi mereka yang sudah berkeluarga dan punya anak," ungkap Daniel.
Sekadar diketahui, Kementerian Kesehatan tengah mematangkan pendataan vaksinasi Covid-19 tahap kedua bagi petugas pelayanan publik yang dijadwalkan berlangsung Maret 2021. Dari target 18,5 juta orang sasaran vaksinasi tahap kedua, 1.251.866 diantaranya adalah driver online.
(msd)
Lihat Juga :