Mau Masuk dan Jalan-jalan di Surabaya, Anda Wajib Mandi Dulu!

Jum'at, 17 April 2020 - 16:09 WIB
Ilustrasi/Okezone
SURABAYA - Angka penularan virus Corona atau COVID-19 di Kota Surabaya jumlahnya terus meningkat. Kedatangan warga dari luar negeri atau luar kota disinyalir menjadi penyebab utamanya.

Untuk itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta para penumpang untuk mandi dan ganti baju terlebih dahulu sebelum masuk ke jalanan Surabaya. Risma mengirim surat edaran kepada semua pengelola transportasi, baik di Bandara Internasional Juanda maupun terminal dan stasiun.



Surat tertanggal 7 April 2020 tersebut, berisi tentang permohonan bantuan kepada pihak pengelola agar mengarahkan setiap penumpang yang turun dari pesawat untuk membersihkan diri dengan mandi dan ganti pakaian sebelum meninggalkan area bandara.

Koordinator Protokol Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, Febria Rachmanita menuturkan, permintaan mandi dan ganti baju itu memang harus dilakukan sebagai upaya meminimalisir penularan Corona di Kota Pahlawan. "Kita kan tidak tahu, dia dari luar kota, dia dari daerah terjangkit, atau dari luar negeri," kata Feny, panggilan akrabnya, Jum'at (17/4/2020).

Ia melanjutkan, pihaknya berharap kepada seluruh masyarakat agar untuk sementara waktu menunda perjalanannya ke Kota Surabaya. Penerapan physical distancing dengan tetap berada di rumah menjadi salah satu cara agar terhindar dari virus tersebut. "Di dalam pandemi ini, sebaiknya ya tidak perlu datang ke Surabaya dulu. Kita sama-sama menjaga diri dengan stay di rumah, kalau tidak sangat penting," katanya.

Namun demikian, kata Feny, yang terjadi sekarang adalah banyak warga dari luar daerah datang ke Kota Surabaya. Sehingga wali kota kemudian membuat surat edaran tersebut. "Kenapa ada edaran wali kota seperti itu? Karena memang kita menjaga Surabaya supaya bebas dari COVID-19," ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!