AS Gila-gilaan Bikin Senjata Nuklir, tapi Loyo Lawan Covid-19

Kamis, 14 Mei 2020 - 10:33 WIB
Washington menyumbang bagian terbesar dari peningkatan pengeluaran nuklir dunia USD7,1 miliar antara 2018 hingga 2019, dengan USD5,8 miliar dalam pengeluaran tambahan. Ini sebenarnya lebih tinggi dari data Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), di mana belanja militer AS pada 2019 mencapai 38 persen dari total belanjaa militer global.

Rusia, yang ICAN perkirakan memiliki lebih banyak hulu ledak nuklir daripada AS, menghabiskan USD8,5 miliar untuk persenjataan atomnya pada tahun 2019. Sedangkan China USD10,5 miliar dan Inggris USD8,9 miliar

Khawatir dengan upaya AS untuk meningkatkan persenjataan nuklirnya, beberapa pihak di China telah menyerukan penumpukan senjata atomnya sendiri secara drastis. Sebagai contoh, media Partai Komunis China; The Global Times,beberapa hari lalu menyerukan Beijing memperbanyak hulu ledak nuklir menjadi 1.000 dari yang sekarang sekitar 300 unit.
(vit)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!