AS Gila-gilaan Bikin Senjata Nuklir, tapi Loyo Lawan Covid-19
Kamis, 14 Mei 2020 - 10:33 WIB
ICAN mencatat sembilan negara bersenjata nuklir tersebut menghabiskan sekitar USD72,9 miliar untuk 13.000 lebih senjata atom pada 2019. Dari total itu, pengeluaran AS yang paling gila-gilaan yakni USD35,4 miliar atau hampir setengah dari total global.
Namun laporan ICAN mengkritisi negara-negara itu, khususnya, yang tak berdaya melindungi diri dari Covid-19. (Baca:
Tak Peduli COVID-19, AS Siap Ledakkan Nuklir dalam Konflik Besar)
"Sudah jelas sekarang lebih dari sebelumnya bahwa senjata nuklir tidak memberikan keamanan bagi dunia di tengah pandemi global," kata Alicia Sanders-Zakre, penulis utama laporan tersebut yang dikutip SINDOnews.com dari makalah ICAN, Kamis (14/5/2020).
"Terutama ketika ada defisit pasokan pasokan kesehatan dan profesional medis yang kelelahan," lanjut Alicia. (BACA JUGA: Pandemi Covid-19, Ka'bah dan Hajar Aswad Dibersihkan Lima Kali Sehari)
Namun laporan ICAN mengkritisi negara-negara itu, khususnya, yang tak berdaya melindungi diri dari Covid-19. (Baca:
Tak Peduli COVID-19, AS Siap Ledakkan Nuklir dalam Konflik Besar)
"Sudah jelas sekarang lebih dari sebelumnya bahwa senjata nuklir tidak memberikan keamanan bagi dunia di tengah pandemi global," kata Alicia Sanders-Zakre, penulis utama laporan tersebut yang dikutip SINDOnews.com dari makalah ICAN, Kamis (14/5/2020).
"Terutama ketika ada defisit pasokan pasokan kesehatan dan profesional medis yang kelelahan," lanjut Alicia. (BACA JUGA: Pandemi Covid-19, Ka'bah dan Hajar Aswad Dibersihkan Lima Kali Sehari)
Lihat Juga :