Pasukan Bersenjata Lengkap di Bima Siap Amankan Unjuk Rasa Pasca Pilkada
Rabu, 16 Desember 2020 - 19:06 WIB
“Kami dari kepolisian hanya bisa melakukan pengamanan berdasarkan protap. Tapi jika sekiranya terjadi hal-hal yang anarkis, tentu kami akan mengambil tindakan tegas," ungkapnya. (Baca Juga: Gubernur: Aturan Baru Berlibur ke Bali Berlaku 18 Desember 2020 sampai 4 Januari 2021)
Dikatakan Jamaluddin bahwa aksi unjukrasa berdasarkan surat laporan yang masuk, massa ARPD menuntut adanya kecurangan Pilkada pada seluruh TPS di Kabupaten Bima. Berdasarkan pantauan media, aksi tersebut diduga pula ditengarai rasa protes setelah paslon yang mereka dukung kalah pada Pilkada 9 Desember lalu.
Diketahui, paslon In-Dah yang merupakan petahana menang di 14 Kecamatan dari 18 Kecamatan di Kabupaten Bima. “Intinya dalam surat laporan yang masuk di Polres, terjadi dugaan penggelembungan dan penggelapan surat suara di seluruh TPS yang ada di Kabupaten Bima. Tapi syukur, Pikada kali ini telah selesai, dengan adanya hasil pleno KPU serta ditetapkannya paslon yang unggul berdasarkan perolehan suara," pungkasnya.
Dikatakan Jamaluddin bahwa aksi unjukrasa berdasarkan surat laporan yang masuk, massa ARPD menuntut adanya kecurangan Pilkada pada seluruh TPS di Kabupaten Bima. Berdasarkan pantauan media, aksi tersebut diduga pula ditengarai rasa protes setelah paslon yang mereka dukung kalah pada Pilkada 9 Desember lalu.
Diketahui, paslon In-Dah yang merupakan petahana menang di 14 Kecamatan dari 18 Kecamatan di Kabupaten Bima. “Intinya dalam surat laporan yang masuk di Polres, terjadi dugaan penggelembungan dan penggelapan surat suara di seluruh TPS yang ada di Kabupaten Bima. Tapi syukur, Pikada kali ini telah selesai, dengan adanya hasil pleno KPU serta ditetapkannya paslon yang unggul berdasarkan perolehan suara," pungkasnya.
(nic)
Lihat Juga :