Nurdin Abdullah: Penanganan Covid-19 Tak Boleh Kendor

Selasa, 15 Desember 2020 - 07:30 WIB
Pelaksanaan prokes, baik hotel, resto hingga mal akan dievaluasi penerapan prokesnya. “Nah itulah, makanya kita lagi bicarakan. Kita akan coba lebih ketat lagi dan beri punishment kepada seluruh termasuk hotel, warkop, rumah makan, yang tidak mengindahkan protokol kesehatan," tegas dia.

Dia mewanti-wanti, tidak segan-segan akan memberi sanksi tegas kepada pengusaha, baik pengelola hotel, restoran, mal yang tidak mendukung penanganan Covid-19 di Sulsel. "Kita tutup (usahanya). Kita harus tegas," beber Nurdin. (Baca Juga: Mahfud MD Sebut Tidak Ada Klaster Penularan COVID-19 di Pilkada Serentak)

Ketua Tim Ahli Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulsel, Prof Ridwan Amiruddin juga tak menampik, adanya peningkatan kasus COVID-19. Kenaikan tersebut terjadi sejak dua pekan terakhir. “Dua pekan terakhir ini kasus naik signifikan. Dipengaruhi oleh efek pilkada, kluster keluarga naik, dan isolasi mandiri yang tinggi," singkat Ridwan yang dikonfirmasi, Senin (14/12/2020).

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Sulsel tanggal 13 Desember 2020, akumulasi kasus positif di Sulsel tercatat mencapai 23.199 orang. Namun 19.472 di antaranya telah sembuh, dan 531 orang dinyatakan meninggal dunia.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!