Kekerasan di Papua Tinggi, Peneliti UGM: Masyarakat Ingin Hidup Damai
Selasa, 01 Desember 2020 - 01:00 WIB
“Kasus kekerasan ini telah menyebabkan 1.869 orang menjadi korban dan 356 meninggal dunia,” katanya.
Korban meninggal didominasi dari masyarakat sipil sekitar 250 orang atau setara 70 persen. Selain itu ada 46 personel TNI, 34 polisi, dan 26 anggota KKB yang meninggal. Pada 2017 korban terbanyak mencapai 635 orang, sedangkan pada 2019 ada 250 orang.
Gugus tugas, kata Gabrielle telah memetakan peta kasus kekerasan di Papua. Kasus kekerasan yang ada tidak hanya secara vertikal tetapi juga horizontal. Sedangkan konfliknya sudah multidimensi.
(Baca juga: Kasus Positif COVID-19 di Bali Tembus 14.027 Orang )
“Kasus kekerasan banyak terjadi di pegunungan Papua, dengan kasus tertinggi di Kabupaten Puncak Jaya, Mimika, dan Nduga,” katanya.
Korban meninggal didominasi dari masyarakat sipil sekitar 250 orang atau setara 70 persen. Selain itu ada 46 personel TNI, 34 polisi, dan 26 anggota KKB yang meninggal. Pada 2017 korban terbanyak mencapai 635 orang, sedangkan pada 2019 ada 250 orang.
Gugus tugas, kata Gabrielle telah memetakan peta kasus kekerasan di Papua. Kasus kekerasan yang ada tidak hanya secara vertikal tetapi juga horizontal. Sedangkan konfliknya sudah multidimensi.
(Baca juga: Kasus Positif COVID-19 di Bali Tembus 14.027 Orang )
“Kasus kekerasan banyak terjadi di pegunungan Papua, dengan kasus tertinggi di Kabupaten Puncak Jaya, Mimika, dan Nduga,” katanya.
Lihat Juga :