Soal Pembangunan Kota Surabaya, Ini Pengakuan Mengejutkan Penyandang Disabilitas
Rabu, 25 November 2020 - 07:57 WIB
Isna, salah satu penyandang disabilitas menyampaikan pendapat dalam sarasehan hari Sumpah Pemuda dan hari Pahlawan Nasional 2020, di Surabaya, Selasa (24/11/2020). Foto/SINDONews/Ali Masduki
SURABAYA - Pembangunan Kota Surabaya memang sangat pesat. Saking pesatnya, perubahan itu membuat para pendatang ternganga. Bagaimana tidak, pohon-pohon menjulang indah disepanjang jalan protokol. Taman begitu indah menghiasi setiap sudut tengah kota. Bahkan trotoar juga sangat ramah bagi para pejalan kaki.
Namun dibalik semua itu, pengakuan mengejutkan dilontarkan oleh Isnawati Koestija, salah satu penyandang disabilitas saat mengikuti sarasehan hari Sumpah Pemuda dan hari Pahlawan Nasional 2020, di BK3ES Surabaya. Pensiunan guru YPAC Semolowaru ini mencurahkan isi hatinya tentang ketidak hadiran pemerintah kota pada para penyandang disabilitas.(Baca juga: Pengamat Sebut Soliditas PDIP di Pilwali Surabaya Sulit Terpecah )
Kata dia, selama ini pemerintah kota tidak pernah mengajak disabilitas untuk mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang). Akibatnya, pembangunan fisik yang dilakukan pemkot Surabaya belum bisa dinikmati oleh para penyandang disabilitas.
"Makanya banyak pedestrian ditengah-tengahnya banyak ditanami pohon, dipasang skat-skat, sehingga kursi roda tidak bisa jalan. Jika ada fasilitas ditengah kota itupun kondisinya tidak seperti yang kami harapkan," tegasnya.
Namun dibalik semua itu, pengakuan mengejutkan dilontarkan oleh Isnawati Koestija, salah satu penyandang disabilitas saat mengikuti sarasehan hari Sumpah Pemuda dan hari Pahlawan Nasional 2020, di BK3ES Surabaya. Pensiunan guru YPAC Semolowaru ini mencurahkan isi hatinya tentang ketidak hadiran pemerintah kota pada para penyandang disabilitas.(Baca juga: Pengamat Sebut Soliditas PDIP di Pilwali Surabaya Sulit Terpecah )
Kata dia, selama ini pemerintah kota tidak pernah mengajak disabilitas untuk mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang). Akibatnya, pembangunan fisik yang dilakukan pemkot Surabaya belum bisa dinikmati oleh para penyandang disabilitas.
"Makanya banyak pedestrian ditengah-tengahnya banyak ditanami pohon, dipasang skat-skat, sehingga kursi roda tidak bisa jalan. Jika ada fasilitas ditengah kota itupun kondisinya tidak seperti yang kami harapkan," tegasnya.
Lihat Juga :