Politik Uang Tidak Efektif Pengaruhi Pilihan Warga Surabaya
Kamis, 19 November 2020 - 20:50 WIB
Komisioner Bawaslu Jatim Aang Kunaifi/ist
SURABAYA - Praktik politik uang di Pemilihan Walikota (Pilwali) Surabaya, diprediksi tidak akan laku di Surabaya. Pasalnya, warga di Kota Pahlawan ini sudah cukup kritis dan cerdas dalam memilih pemimpin.
Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim Aang Kunaifi mengatakan, masyarakat makin lama makin kritis dan bisa menilai, siapa pimpinan yang pas untuk kotanya. "Kami bersama Bawaslu Surabaya dan Bawaslu lain di 19 kabupaten/kota tetap intens menganalisa dan mengidentifikasi kondisi pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah di Jatim," katanya, Kamis (19/11/2020).
Tidak itu saja, imbuhnya, Bawaslu akan menggerakan giat ‘patroli’ sampai ke daerah-daerah. Ini untuk menekan kemungkinan terjadinya politik uang. Di dalam giat ini, Bawaslu juga melibatkan secara aktif tokoh masyarakat setempat. (Baca juga: Mantan Komisioner KPU Surabaya: 5 Bentuk Politik Uang yang Patut Diwaspadai )
"Cara ini, kita lakukan di saat masa tenang. Karena, di masa tenang bukan tidak mungkin menjadi celah pasangan calon untuk melakukan politik uang. Tetapi, saya yakin masyarakat Jatim, khususnya Surabaya sangat paham kondisi ini," ujarnya.
Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim Aang Kunaifi mengatakan, masyarakat makin lama makin kritis dan bisa menilai, siapa pimpinan yang pas untuk kotanya. "Kami bersama Bawaslu Surabaya dan Bawaslu lain di 19 kabupaten/kota tetap intens menganalisa dan mengidentifikasi kondisi pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah di Jatim," katanya, Kamis (19/11/2020).
Tidak itu saja, imbuhnya, Bawaslu akan menggerakan giat ‘patroli’ sampai ke daerah-daerah. Ini untuk menekan kemungkinan terjadinya politik uang. Di dalam giat ini, Bawaslu juga melibatkan secara aktif tokoh masyarakat setempat. (Baca juga: Mantan Komisioner KPU Surabaya: 5 Bentuk Politik Uang yang Patut Diwaspadai )
"Cara ini, kita lakukan di saat masa tenang. Karena, di masa tenang bukan tidak mungkin menjadi celah pasangan calon untuk melakukan politik uang. Tetapi, saya yakin masyarakat Jatim, khususnya Surabaya sangat paham kondisi ini," ujarnya.
Lihat Juga :