Thia Yufada: Pemkab Muba Bina hingga Dampingi Warga Produksi Gambo
Kamis, 19 November 2020 - 11:33 WIB
Ia berharap ibu-ibu peserta pelatihan mampu mengembangkan diri masing-masing, serta menjaga kualitas dan mutu produk jumputan gambo. "Dekranasda akan mendukung penuh membina dan mendampingi ibu-ibu termasuk dalam hal pemasaran," jelasnya.
Selain itu dikatakannya kedepan sangat diperlukan perluasan usaha dan keterampilan serta keahlian usaha jumputan gambo. "Ibu-ibu jangan takut dan ragu produksi yang dihasilkan nanti tidak ada yang membeli. Dekranasda, Pemda akan mengawal ini," imbuh Ketua TP PKK Muba.
Kepala Disnakertrans Muba Mursalin menuturkan, pelatihan yang dilakukan di tingkat kelurahan/desa untuk mengembangkan kegiatan produktif masyarakat yang secara langsung dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengurangi kemiskinan.
"Pelatihan dilaksanakan terhadap ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri berorientasi pada peningkatan keterampilan, kecakapan, pengertian, perilaku, sikap, kebiasaan kerja dalam aspek kualitas, kuantitas produk dan pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar," bebernya.
Menurut Mursalin, pelatihan ditujukan untuk meningkatakan kualitas dan produksi usaha jumputan gambo yang telah ada di Desa Toman. "Ekonomi kreatif dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan (sustainable economic of growth) karena ide dan kreativitas merupakan sumber daya yang senantiasa dapat diperbaharui," tandasnya.
Selain itu dikatakannya kedepan sangat diperlukan perluasan usaha dan keterampilan serta keahlian usaha jumputan gambo. "Ibu-ibu jangan takut dan ragu produksi yang dihasilkan nanti tidak ada yang membeli. Dekranasda, Pemda akan mengawal ini," imbuh Ketua TP PKK Muba.
Kepala Disnakertrans Muba Mursalin menuturkan, pelatihan yang dilakukan di tingkat kelurahan/desa untuk mengembangkan kegiatan produktif masyarakat yang secara langsung dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengurangi kemiskinan.
"Pelatihan dilaksanakan terhadap ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri berorientasi pada peningkatan keterampilan, kecakapan, pengertian, perilaku, sikap, kebiasaan kerja dalam aspek kualitas, kuantitas produk dan pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar," bebernya.
Menurut Mursalin, pelatihan ditujukan untuk meningkatakan kualitas dan produksi usaha jumputan gambo yang telah ada di Desa Toman. "Ekonomi kreatif dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan (sustainable economic of growth) karena ide dan kreativitas merupakan sumber daya yang senantiasa dapat diperbaharui," tandasnya.
Lihat Juga :