Satu Keluarga di Sragen Meninggal COVID-19, Disebut Klaster Hajatan

Sabtu, 14 November 2020 - 05:12 WIB
Pada Jumat (6/11/2020), setelah S dan LD meninggal, SD dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan karena masuk tracing kontak pasien Covid-19. Karena kondisi kesehatan yang tidak stabil, kata Edi, SD pun dirawat di RSUD Dr Soeratno Gemolong dan akhirnya meninggal pada Senin (9/11/2020). (Baca juga: Antisipasi Letusan Merapi, Kelompok Rentan Kembali Dievakuasi )

Setelah kejadian itu, Edi mengatakan berkoordinasi dengan seluruh perangkat RT untuk membagikan masker dari desa. "Kita langsung bergerak cepat," tukasnya.

Sementara itu, Kapolsek Kalijambe, IPTU Aji Wiyono menjelaskan, kejadian tersebut bukan hajatan melainkan ijab qobul yang dihadiri keluarga saja. Karena sejak pandemi, kepolisian melarang adanya keramaian. "Kedua pengantin memang bekerja di Jakarta. Mereka pulang kampung karena maua menikah,: tandasnya.

Setelah adanya kejadian itu, Dinas Kesehatan kabupaten Sragan melakukan tracing. Dan sudah ada 113 warga yang menjalani swab karena melakukan kontak erat dengan kedua mempelai dan kedua orang tuanya. "Kita laarang keras adanya keramaian," imbuhnya.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!