Perhutani Gelar Sosialisasi Penanggulangan Bencana Banjir dan Longsor

Sabtu, 14 November 2020 - 06:00 WIB
“Kami sudah memetakan titik titik rawan berpotensi bencana alam seperti banjir dan longsor yang aksesnya bersinggungan dengan masyarakat, seperti jalan hutan dan memasang papan peringatan rawan bencana alam, “ ungkap Yudha Suswardhanto.

Beberapa langkah yang harus selalu dilakukan sebagai usaha antisipasi dan meninimalkan kejadian bencana alam. Diantaranya tetap berkoordinasi dengan multi pihak seperti pemerintah daerah, baik tingkat Kabupaten maupun kecamatan, BPBD, TNI, Polri, pemerintah desa. Upaya peringatan dini dengan memantau informasi cuaca terkini dari BMKG yang dapat diperoleh dari media sosial. Serta selalu waspada melihat cuaca di sekitar seperti curah hujan lebat dan lama.(Baca juga: Suara Guguran Merapi Sering Terdengar, BPPTKG: Ada Pergerakan Magma ke Puncak )

Tak kalah penting adalah intens memberikan peringatan terhadap masyarakat desa yang lokasi tempat tinggalnya rawan bencana alam. Yudha berharap sosialisasi dan simulasi penanggulangan bencana alam banjir dan tanah longsor benar –benar serius diikuti oleh seluruh jajaran dan diserap ilmunya agar lebih sigap dan waspada dalam menangani kejadian bencana alam.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!