Oknum Polisi di Bengkulu Utara Diduga Aniaya Warga, Rumahnya Dikepung Massa
Jum'at, 13 November 2020 - 15:23 WIB
Dari hasil pemeriksaan pihak Kesehatan setempat menyebutkan, Warga Desa Urai, Hendra mengalami luka robek bagian dagu, nyeri pipi kiri dan luka memar. Untuk penanganan lebih lanjut, pasien dirujuk ke salah satu Rumah Sakit di Kota Bengkulu.
"Luka robek di dagu, nyeri pipi kiri dan memar, dirujuk ke RS Tiara sella pak," kata Kepala Rumah Sakit KTM Lagita Andarias BP Tarigan. (Bisa diklik:Sadis, Gara-gara Sakit Hati Pemuda Sleman Hajar Teman hingga Tewas)
Warga yang tak terima atas peristiwa ini mendatangi kediaman oknum polisi. Aksi massa dapat dibendung lantaran sejumlah Tripika telah berada di kediaman oknum Polisi. Dalam mediasi yang dilakukan, warga menuntut oknum Polisi diproses secara hukum atas tindak pidana penganiayaan.
Terpisah, Kabag Ops Polres Bengkulu Utara AKP Jufri, tak menampik adanya peristiwa itu, pihaknya telah melakukan penahanan terhadap anggotanya yang diduga sempat terlibat selisih paham dengan salah satu warga. Pihaknya menegaskan, akan memproses semua laporan yang masuk.
"Anggota sudah kita amankan, saat ini telah dilakukan pemeriksaan. Jika terbukti kami akan tindak tegas. Kita tunggu penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi. Jika hanya mendengarkan dari masing-masing pihak, yang ada hanya pembenaran. Kita tunggu saja, beri kami waktu," kata Kabag Ops.
"Luka robek di dagu, nyeri pipi kiri dan memar, dirujuk ke RS Tiara sella pak," kata Kepala Rumah Sakit KTM Lagita Andarias BP Tarigan. (Bisa diklik:Sadis, Gara-gara Sakit Hati Pemuda Sleman Hajar Teman hingga Tewas)
Warga yang tak terima atas peristiwa ini mendatangi kediaman oknum polisi. Aksi massa dapat dibendung lantaran sejumlah Tripika telah berada di kediaman oknum Polisi. Dalam mediasi yang dilakukan, warga menuntut oknum Polisi diproses secara hukum atas tindak pidana penganiayaan.
Terpisah, Kabag Ops Polres Bengkulu Utara AKP Jufri, tak menampik adanya peristiwa itu, pihaknya telah melakukan penahanan terhadap anggotanya yang diduga sempat terlibat selisih paham dengan salah satu warga. Pihaknya menegaskan, akan memproses semua laporan yang masuk.
"Anggota sudah kita amankan, saat ini telah dilakukan pemeriksaan. Jika terbukti kami akan tindak tegas. Kita tunggu penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi. Jika hanya mendengarkan dari masing-masing pihak, yang ada hanya pembenaran. Kita tunggu saja, beri kami waktu," kata Kabag Ops.
(sms)