Salawat Jawa Ngelik Berkumandang di Masjid Patok Negara Plosokuning

Rabu, 28 Oktober 2020 - 20:30 WIB
Rangkaian peringatan yakni pada malam 12 Rabiul Awal jamaah ibu-ibu melantukan salawat Al Barzanji, malam 13 Rabiul Awal diadakan mujahadah dilanjutkan dengan salawat yang akan dipimpin KH Fuad dari Wonokromo. Selanjutnya malam 14 Rabiul Awal diadakan pemgajian, dan puncaknya malam 15 Rabiul Awal digelar salawat Jawa Ngelik.

"Dalam tradisi ini para jamaah juga membawa nasi berkat dan snack. Untuk snack ini bebas dan yang tidak boleh ketinggalan adalah lemper," jelasnya.

Salawat Jawa Ngelik dilantunkan setiap memperingati Maulid Nabi dan hari-hari besar keagaamaan Islam. Salawat Jawa Ngelik merupakan salawat yang dibacakan dengan langgam Jawa dan intonasi tinggi. Ngelik merupakan istilah bahasa Jawa yang berarti nada tinggi.

Dalam pembacaannya diiringi dengan alunan perpaduan alat musik tradisonal Jawa, kempul, beb, gong, kenteng dan dodog. Salawat Jawa Ngelik dilantunkansecara bersama mengikuti tahapan-tahapam yang dipimpin seorag dalang, sehingga pembacaanya selaras dengan irama musik. "Salawat Jawa Ngelik ini dibacakan setelah salat isya hingga tengah malam, sekitar pukul 02.00 WIB," terangnya.

Kamaludin menjelaskan, meski yang melakukan gladen salawat Jawa Ngelik para jamaah pria, namun saat pelaksaannya anak-anak, para remaja dan ibu-ibu, termasuk orang di luar jamaah masjid Pathok Negoro Plosokuning juga boleh mengikutinya. Sehigga akan ada ratusan yang akan melantunkan salawat Jawa Ngelik ini. "Salawat Jawa Ngelik ini diciptakan oleh KH Nur Iman dari Mlangi dan dibawa ke Plosokuning oleh KH Mustofa," terangnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!