Libur Panjang, Pengunjung Bantimurung Dibatasi Hanya 5.000 Orang
Rabu, 28 Oktober 2020 - 07:30 WIB
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Maros M Ferdiansyah mengakui perihal aplikasi yang mereka gunakan tersebut. Menurutnya, dengan aplikasi itu. Pihaknya tinggal melihat data di komputer berapa report untuk penjualan tiket. "Untuk keluar kita hitung di petugas, karena satu pintu keluar, jadi gampang di kontrol," katanya.
Namun dia mengaku, pengawasan yang paling krusial akan dilakukan di area penerimaan dan pembelian karcis, sebab pihaknya harus memastikan pengunjung steril dari Covid -19 sebelum memasuki area wisata.
"Hal teknis yang paling krusial itu di antrian atau di area penerimaan tiket. Karena sebelum pengunjung memasuki antri kawasan timur wisata, terlebih dahulu dilakukan pengecekan suhu tubuh, kemudian diarahkan untuk mencuci tangan," terangnya. (Baca Juga: Festival Maudu Jolloro, Cara Warga Rammang-rammang Lestarikan Budaya Maulid)
Demi menjamin keamanan pengunjung, pihaknya pun telah berkordinasi dengan beberapa instansi terkait. Seperti pihak Kepolisian, Badan Sar Nasional, Badan Penanggulan Bencana Daerah, serta Brigif Para Raider 3 Kostrad yang bertempat di Kecamatan Bantimurung.
"Kami akan ikut melibatkan instansi tersebut, untuk mensupport tim yang ada di Dispudpar Maros, dan memastikan mulai areal parkir hingga pengunjung masuk ke kawasan wisata, semua bisa terkordinir dengan baik," tukasanya.
Namun dia mengaku, pengawasan yang paling krusial akan dilakukan di area penerimaan dan pembelian karcis, sebab pihaknya harus memastikan pengunjung steril dari Covid -19 sebelum memasuki area wisata.
"Hal teknis yang paling krusial itu di antrian atau di area penerimaan tiket. Karena sebelum pengunjung memasuki antri kawasan timur wisata, terlebih dahulu dilakukan pengecekan suhu tubuh, kemudian diarahkan untuk mencuci tangan," terangnya. (Baca Juga: Festival Maudu Jolloro, Cara Warga Rammang-rammang Lestarikan Budaya Maulid)
Demi menjamin keamanan pengunjung, pihaknya pun telah berkordinasi dengan beberapa instansi terkait. Seperti pihak Kepolisian, Badan Sar Nasional, Badan Penanggulan Bencana Daerah, serta Brigif Para Raider 3 Kostrad yang bertempat di Kecamatan Bantimurung.
"Kami akan ikut melibatkan instansi tersebut, untuk mensupport tim yang ada di Dispudpar Maros, dan memastikan mulai areal parkir hingga pengunjung masuk ke kawasan wisata, semua bisa terkordinir dengan baik," tukasanya.
(nic)
Lihat Juga :