Minggu Pertama Kuartal IV/2020, Realisasi Program PEN Bertambah Rp13,5 Triliun

Senin, 19 Oktober 2020 - 14:46 WIB
Realisasi anggaran PEN untuk sektor Kesehatan mencapai Rp25,94 triliun per 7 Oktober; Perlindungan Sosial mencapai Rp159,69 triliun; Sektoral K/L dan Pemda telah direalisasikan Rp27,57 triliun; lalu sektor UMKM sudah terserap Rp 90,42 triliun; dan sektor insentif usaha/pajak mencapai Rp 28,32 triliun. Sektor Perlindungan Sosial dan UMKM menjadi sektor dengan penyerapan anggaran tertinggi, masing-masing sebesar 78,32% dan 73,24% dari total pagu anggaran Rp203,90 triliun dan Rp123,46 triliun.

Sektor Perlindungan Sosial yang terdiri dari delapan program, menunjukkan kinerja realisasi penyerapan berjalan dengan baik. Program Keluarga Harapan, telah menyalurkan Rp 36,26 triliun, atau 96,95% dari pagu anggaran Rp 37,40 Triliun kepada 10 juta penerima manfaat; Program Sembako sudah merealisasikan Rp 33,98 triliun (77,94%) dari pagu anggaran yang Rp 43,60 triliun; Program Sembako Jabodetabek yang bernilai Rp 4,51 triliun (66,32 %) dari anggaran Rp 6,8 Triliun sudah disalurkan kepada 1,9 juta penerima manfaat;

Sedangkan, Program Bansos Tunai Non-Jabodetabek sebanyak Rp25,54 triliun atau 78,83 % dari anggaran Rp32,40 triliun juga sudah dirasakan manfaatnya oleh 9 juta penerima manfaat. Sementara itu, Program Kartu Pra Kerja, yang menyasar 5,6 juta penerima manfaat, telah mencapai realisasi Rp 19,87 triliun atau 99,4 % dari pagu yang disediakan Rp20 triliun; Program BLT Dana Desa yang diikuti 7,9 juta penerima manfaat juga telah merealisasikan anggaran sebesar Rp12,91 triliun; Sementara Program Subsidi Gaji dari anggaran Rp37,87 triliun sudah disalurkan Rp 13,99 triliun atau 36,9 % kepada lebih dari 11,6 juta pekerja, dan Program Diskon Listrik yang sudah menyerap anggaran Rp6,97 triliun.

Di sektor UMKM, terjadi kenaikan DIPA menjadi Rp 28,80 Triliun dari semula Rp 22,01 Triliun, untuk program Banpres Produktif Usaha Mikro, yang disebabkan adanya perluasan dari target 9,1 juta menjadi 12 juta penerima manfaat yaitu para pelaku usaha mikro. Saat ini program tersebut telah memasuki pelaksanaan program perluasan untuk mencapai total 12 juta pelaku usaha mikro. Perluasan yang sedang dilaksanakan ini direncanakan mencapai jumlah 12 juta pelaku usaha mikro tersebut pada akhir November 2020. Sedangkan program penempatan dana telah mencapai 63,20 Triliun atau 80,22% dari pagu anggaran.

Berbagai program yang merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap kegiatan usaha untuk menjaga perekonomian sektor UMKM ini, terus dijalankan dengan sinergi oleh berbagai Kementerian, Lembaga dan pemangku kepentingan lainnya, yang terus diupayakan mencapai realisasi penuh di akhir tahun 2020 bersama dengan program-program Pemulihan Ekonomi Nasional lainnya.
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!