Buka 40 Hektar Lahan Pembibitan Sawit, PTPN V Gandeng Emak-emak

Minggu, 18 Oktober 2020 - 12:15 WIB
"Saya sangat bersyukur bisa bekerja di sini, bisa membantu ekonomi keluarga. Apalagi saya sekarang orangtu tunggal setelah suami meninggal tiga tahun lalu," kata Heddina.

Perempuan yang telah tinggal di Dumai, sejak 30 tahun lalu usai merantau dari kampung halamannya di provinsi tetangga itu, mengisahkan bahwa tak jarang dulu ia harus menepis rasa malu untuk meminta pekerjaan kepada tetangganya. Semuanya ia lakoni demi dapur tetap mengepul. Namun, semuanya menjadi lebih baik kala PTPN V membuka areal pembibitan sawit unggul, tidak jauh dari tempat tinggalnya.

PTPN V yang terus mencatat kinerja positif meski di tengah pandemi COVID-19 ini, membuka areal pembibitan sawit di lahan seluas 40 hektare di Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, sejak awal tahun ini. (Baca juga: Panas Pilkada Karawang, Ketua PCNU Tuding Pimpinan Pompes Terima Uang )

Untuk para pekerjanya, perusahaan menggandeng masyarakat setempat terutama dari kaum hawa. Mereka dipekerjakan pada setiap tahapan pre nursery dan main nursery, mulai dari pembersihan, pembibitan, hingga pemeliharaan. "Sejak bulan Maret 2020 saya sudah di sini. Sangat terbantu secara ekonomi. Semoga ini jalan terus ya," ujarnya.

Senada dengan Heddina, Lasti juga merasakan hal yang sama. Lasti, perempuan berusia 39 tahun itu memiliki enam orang anak. Semuanya tengah duduk di bangku pendidikan, mulai dari SD hingga menengah atas.

Lasti sedikit beruntung dibandingkan Heddina. Suaminya masih sehat dan bekerja. Namun, ia mengaku sejak pandemi, rezeki suaminya sedikit goyah. Apalagi, selama ini Lasti tidak dapat membantu ekonomi keluarga karena hanya menjadi ibu rumah tangga. "Tapi sekarang bersyukur sekali bisa bekerja di sini. Biaya pendidikan anak-anak sangat terbantu dengan saya bekerja. Suami saya supir," katanya.

Lasti dan Heddina bersama buruh harian lainnya, setiap bulan mampu mendapat bayaran mencapai lebih dari Rp2 juta. Bagi mereka, pekerjaan itu terasa ringan karena hanya selingan, tidak memakan banyak waktu, serta dekat dengan lokasi tempat tinggal.

"Apalagi yang bekerja di sini bertetangga semua. Kami bekerja sambil silaturahmi. Intinya sangat bersyukur dengan kondisi ini," timpal Timilan, perempuan 42 tahun yang mulai bekerja sejak April 2020. (Baca juga: Emak-emak di Bone Joget Heboh di Hotel, Ini Kata Satgas COVID-19 )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!