Panas Pilkada Karawang, Ketua PCNU Tuding Pimpinan Pompes Terima Uang
Minggu, 18 Oktober 2020 - 08:34 WIB
loading...
Tahap Pilkada Karawang yang memasuki tahapan kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati mulai mendidih. Foto/Ilustrasi
A
A
A
KARAWANG - Tahap Pilkada Karawang yang memasuki tahapan kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati mulai mendidih. Pasalnya, bukan hanya pendukung dari kalangan partai atau ormas yang saling tuding terhadap pasangan calon, tapi sudah menyentuh kalangan ulama.
(Baca juga: Emak-emak di Bone Joget Heboh di Hotel, Ini Kata Satgas COVID-19 )
Ketua PCNU Karawang , Ahmad Ruhyat Hasby, yang biasa disapa Uyan, menuding pasangan Cellica-Aep Syaepuloh melakukan politik uang, yakni dengan memberikan uang sebesar Rp250 juta-300 juta kepada lima orang kyai yang memimpin Pondok Pesantren (Ponpes) di Karawang .
Tudingan itu sontak membuat resah para kyai yang namanya disebut-sebut menerima uang tersebut. Lima orang ulama Karawang yang namanya disebut menerima uang yaitu Kyai Ujang Badruddin dari Ponpes Nurusalam di Medang Asem, Kyai Wawan Jarakah, pengasuh Ponpes Baitul Burhan di Tempuran, Kyai Tatang Syihabuddin, pengasuh Ponpes Annihayah di Rawamerta, Kyai Abdul Goni Maruf, pengasuh Ponpes Alhidayah, Rawamerta dan Kyai Agus, dari Ponpes Sabilul Khair, Manggung Jaya Cikul.
Tudingan politik uang yang dilakukan pasangan Cellica-Aep itu bermula dari pesan grup WA dari Ketua PCNU Karawang Ahmad Ruhyat Hasby kepada pengurus PCNU Karawang . Dalam pesannya itu dikatakan "Semua pesantren NU yang rata-rata tidak aktif disambangi mereka, dengan memberikan bantuan Rp250 juta-300 juta," kata Uyan melalui pesan Whatsapp (WA),Jumat (17/10/2020).
(Baca juga: Emak-emak di Bone Joget Heboh di Hotel, Ini Kata Satgas COVID-19 )
Ketua PCNU Karawang , Ahmad Ruhyat Hasby, yang biasa disapa Uyan, menuding pasangan Cellica-Aep Syaepuloh melakukan politik uang, yakni dengan memberikan uang sebesar Rp250 juta-300 juta kepada lima orang kyai yang memimpin Pondok Pesantren (Ponpes) di Karawang .
Tudingan itu sontak membuat resah para kyai yang namanya disebut-sebut menerima uang tersebut. Lima orang ulama Karawang yang namanya disebut menerima uang yaitu Kyai Ujang Badruddin dari Ponpes Nurusalam di Medang Asem, Kyai Wawan Jarakah, pengasuh Ponpes Baitul Burhan di Tempuran, Kyai Tatang Syihabuddin, pengasuh Ponpes Annihayah di Rawamerta, Kyai Abdul Goni Maruf, pengasuh Ponpes Alhidayah, Rawamerta dan Kyai Agus, dari Ponpes Sabilul Khair, Manggung Jaya Cikul.
Tudingan politik uang yang dilakukan pasangan Cellica-Aep itu bermula dari pesan grup WA dari Ketua PCNU Karawang Ahmad Ruhyat Hasby kepada pengurus PCNU Karawang . Dalam pesannya itu dikatakan "Semua pesantren NU yang rata-rata tidak aktif disambangi mereka, dengan memberikan bantuan Rp250 juta-300 juta," kata Uyan melalui pesan Whatsapp (WA),Jumat (17/10/2020).
Lihat Juga :