Kabar Baik, Kalsel Keluar dari Zona Merah Covid-19
Kamis, 15 Oktober 2020 - 19:13 WIB
Penambahan kapasitas RS dan tempat karantina saat ini sebanyak 7 RS rujukan, dengan kapasitas 589 tempat tidur. Saat ini sebanyak 186 terisi dan tersisa 403, serta 27 balai karantina dengan 1693 tempat tidur, di mana 60 terisi dan tersisa 1.633.
"Penambahan jumlah Kampung Tangguh Banua yang awalnya 33 saat ini 218. Sedangkan targetnya adalah 219 atau artinya kurang 1," ujarnya. (Baca juga: Lima Tantangan Kepala Daerah dalam Menghadapi Pandemi COVID-19)
Sementara penegakan disiplin protokol kesehatan melibatkan Pemda dan TNI dengan melaksanakan 42.827 kegiatan. Sanksi teguran lisan sebanyak 288.463, teguran tertulis 19.135, dan denda administrasi 256 dengan jumlah Rp27.125.000.
Untuk pengawasan penggunaan anggaran penanganan Covid-19, anggaran bantuan Kemendes PDTT sudah terserap 66%, Kemensos sudah terserap 96,85%, dan refocusing 22,36%. Lebih lanjut, Nico menuturkan, pihaknya juga mengedepankan pendekatan komunitas dengan membentuk 265 komunitas, dengan anggota 31.354 orang serta telah melaksanakan 433 kegiatan.
Dengan semua yang dilakukan tersebut, sampai dengan 14 Oktober 2020, Kalsel memperoleh tingkat kesembuhan sebesar 87,12%. Artinya Kalsel menempati ranking keempat tingkat kesembuhan setelah Maluku Utara, Gorontalo, dan Kalimantan Utara. Urutan kelima adalah Jawa Timur. "Adapun target yang diberikan pemerintah sebesar 80%," ucapnya.
"Penambahan jumlah Kampung Tangguh Banua yang awalnya 33 saat ini 218. Sedangkan targetnya adalah 219 atau artinya kurang 1," ujarnya. (Baca juga: Lima Tantangan Kepala Daerah dalam Menghadapi Pandemi COVID-19)
Sementara penegakan disiplin protokol kesehatan melibatkan Pemda dan TNI dengan melaksanakan 42.827 kegiatan. Sanksi teguran lisan sebanyak 288.463, teguran tertulis 19.135, dan denda administrasi 256 dengan jumlah Rp27.125.000.
Untuk pengawasan penggunaan anggaran penanganan Covid-19, anggaran bantuan Kemendes PDTT sudah terserap 66%, Kemensos sudah terserap 96,85%, dan refocusing 22,36%. Lebih lanjut, Nico menuturkan, pihaknya juga mengedepankan pendekatan komunitas dengan membentuk 265 komunitas, dengan anggota 31.354 orang serta telah melaksanakan 433 kegiatan.
Dengan semua yang dilakukan tersebut, sampai dengan 14 Oktober 2020, Kalsel memperoleh tingkat kesembuhan sebesar 87,12%. Artinya Kalsel menempati ranking keempat tingkat kesembuhan setelah Maluku Utara, Gorontalo, dan Kalimantan Utara. Urutan kelima adalah Jawa Timur. "Adapun target yang diberikan pemerintah sebesar 80%," ucapnya.
Lihat Juga :