Monitoring IKM: Surabaya Masuk Risiko Rendah COVID-19

Rabu, 14 Oktober 2020 - 16:53 WIB
Dia mengatakan, pemkot memberikan berbagai intervensi bagi kontak erat maupun pasien konfirm COVID-19 yang sedang melakukan isolasi mandiri. Di antaranya adalah memberikan permakanan, peralatan mandi, hingga peralatan makan seperti sendok dan piring.

Bahkan, kata dia, upaya pencegahan lain juga dilakukan pemkot melalui pola-pola yang komprehensif. Seperti memasang bilik disinfektan, wastafel hingga penyemprotan secara masif di tempat-tempat yang terdampak COVID-19. “Jadi di kampung-kampung itu yang terdampak COVID-19 dilakukan penyemprotan disinfektan,” kata dia.

Febri mengatakan, saat awal pandemi melanda, memang belum ada pedoman atau pola penanganan yang benar. Wali kota bersama jajarannya berusaha semaksimal mungkin melindungi warga dengan berbagai upaya agar terhindar dari virus tersebut.

“Karena agar bisa terlihat itu proses penanganannya on the track atau tidak itu kan memerlukan waktu. Maka dari itu Pemkot Surabaya berusaha semaksimal mungkin, terutama ibu wali kota,” jelas dia.

Saat itu, kata dia, pihaknya fokus untuk menyiapkan berbagai strategi menangani pandemi ini. Salah satu strategi itu adalah melakukan tracing masif, menyiapkan Kampung Wani Jogo Suroboyo serta menerapkan mini blocking bagi kampung yang ditemukan kasus COVID-19.

“Alhamdulillah waktu itu langsung didukung sumber daya dari BIN (Badan Intelijen Negara) dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Alhasil, mulai terlihat bagaimana pola-pola penanganan terhadap COVID-19 di Kota Surabaya,” jelas dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!