Khofifah Klaim Penyebaran COVID-19 Di Jawa Timur Terkendali
Selasa, 06 Oktober 2020 - 08:35 WIB
Dari operasi yustisi tersebut tercatat pula penghentian sementara terhadap 56 tempat usaha serta memberikan hukuman kurungan kepada empat orang pelanggar prokes. Di sisi lain, pendekatan humanis juga terus dilakukan. (Baca juga: Konflik Keluarga, Pria 48 Tahun Jatuh ke Jurang Sedalam 50 Meter )
"Tak hanya menindak para pelanggar prokes , kami juga memberikan reward atau hadiah berbasis kearifan lokal bagi warga yang patuh dalam menjalankan protokol kesehatan," ujar gubernur perempuan pertama Jatim ini.
Sebagai salah satu hasil dari operasi yustisi ini, Khofifah mengatakan bahwa kurva kasus positif cenderung melandai. Selain itu, Rate of Transmission (Rt) atau tingkat penularan di Jatim telah dibawah 1 selama 14 hari, per hari Senin (5/10/2020) Rt nya adalah 0.93. Artinya penyebaran kasus relatif terkendali.
(Baca juga: Kades Nita Hamili Stafnya Sendiri, Warga Desa Marah )
Di samping itu, Positivity Rate Jatim minggu ini menjadi 10% dari yang sebelum operasi Yustisi 16%. "Artinya makin banyak yang dites, makin sedikit kasus yang ditemukan," pungkas Khofifah .
"Tak hanya menindak para pelanggar prokes , kami juga memberikan reward atau hadiah berbasis kearifan lokal bagi warga yang patuh dalam menjalankan protokol kesehatan," ujar gubernur perempuan pertama Jatim ini.
Sebagai salah satu hasil dari operasi yustisi ini, Khofifah mengatakan bahwa kurva kasus positif cenderung melandai. Selain itu, Rate of Transmission (Rt) atau tingkat penularan di Jatim telah dibawah 1 selama 14 hari, per hari Senin (5/10/2020) Rt nya adalah 0.93. Artinya penyebaran kasus relatif terkendali.
(Baca juga: Kades Nita Hamili Stafnya Sendiri, Warga Desa Marah )
Di samping itu, Positivity Rate Jatim minggu ini menjadi 10% dari yang sebelum operasi Yustisi 16%. "Artinya makin banyak yang dites, makin sedikit kasus yang ditemukan," pungkas Khofifah .
(eyt)
Lihat Juga :