3 Sumur 'Lubang Buaya' Banyuwangi, Saksi Bisu Kekejaman G30S PKI

Senin, 28 September 2020 - 10:17 WIB
Lambang Garuda Pancasila, dan relief itu, menjadi penanda betapa kejinya kekejaman di masa lalu, di mana ada 62 orang yang dibantai oleh massa PKI di masa itu, lalu dikubur dalam tiga sumur yang lokasinya berada di belakang patung Garuda Pancasila.

(Baca juga: Menikmati Sepotong Senja Merah di Pesisir Utara Pulau Jawa )

"Monumen Pancasila Jaya, di sini pada tanggal 18-10-1965 telah terjadi pembunuhan massal terhadap 62 orang Pemuda Ansor oleh kebiadaban G30SPKI" Demikian tulisan yang tertera di monumen tersebut. Monumen ini dibangun atas swadaya masyarakat sekitar pada tahun 1994. Lokasinya berjarak 45 Km dari pusat kota Kabupaten Banyuwangi .

"Kami sengaja datang ke sini, untuk melihat langsung monumen peristiwa kekejaman yang terjadi di masa lalu. Kami ingin belajar tentang sejarah Indonesia," ujar salah satu pengunjung Monumen "Lubang Buaya" di Kabupaten Banyuwangi , Fitriana.



Juru Kunci "Lubang Buaya" Cemetuk, Supingi menjelaskan, kisah kebiadaban yang dilakukan PKI dalam peristiwa di Desa Cemetuk, Kabupaten Banyuwangi tersebut, diawali saat rombongan Pemuda Ansor dari Muncar, menyerbu markas PKI di Desa Yosowilangun, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi .
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!