Misteri Keterangan Istri Pendeta Korban Penembakan di Intan Jaya
Sabtu, 26 September 2020 - 12:04 WIB
Sedangkan Bupati Intan Jaya, Natalius Tabuni menyebutkan, bahwa pada dasarnya TNI-Polri hadir di Kabupaten Intan Jaya untuk memberikan rasa aman. (Baca juga: 2 Pemuda Kuras Premium di SPBU dengan Tangki Mobil Modifikasi )
Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, dan Papua Barat, Frits Ramandey ketika dikonfirmasi, Sabtu (26/9/2020) menyebutkan, terkait siapa pelaku penembakan Pendeta Yeremias Zanambani , dirinya belum bisa berkomentar banyak lantaran masih akan menunggu tindak lanjut dari kepolisian dan Kodam XVII Cenderawasih.
Bahkan pihaknya secara langsung belum mendengarakn keterangan dari pihak keluarga korban yang disampaikan istri Pendeta Yeremias Zanambani . "Komnas tidak mendengar secara langsung hasil pertemuan itu, yang jelas kami menyambut baik ada kemajuan terkait peristiwa dalam kasus itu. Soal siapa pelakunya, tentu kami masih menunggu proses penyidikan. Kami juga saat ini juga sedang bekerja untuk dengan mengumpulkan informasi, dan nantinya kami akan jadwalkan untuk bertemu dengan istri almarhum," kata Frits.
Pemberitaan sebelumnya, kasus penembakan yang menewaskan Pendeta Yeremias Zanambani di Kampung Hatidapa beberapa waktu lalu, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan aparat penegak hukum saling tuding. (Baca juga: Hujan Tangis di Pemakaman Polwan yang Tewas Saat Menolong Adiknya )
Dimana Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw ketika diwawancarai, menyebutkan bahwa pelaku penembakan Pendeta Yeremias Zanambani murni dilakukan oleh anggota KKB, mengingat daerah tersebut telah dikuasai oleh lima kelompok yang berasal dari Tembagapura Mimika. Bahkan Paulus menyebutkan, kasus penembakan itu sengaja dilakukan lalu dipropaganda oleh kelompok sparatis untuk dibawa ke sidang PBB.
Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, dan Papua Barat, Frits Ramandey ketika dikonfirmasi, Sabtu (26/9/2020) menyebutkan, terkait siapa pelaku penembakan Pendeta Yeremias Zanambani , dirinya belum bisa berkomentar banyak lantaran masih akan menunggu tindak lanjut dari kepolisian dan Kodam XVII Cenderawasih.
Bahkan pihaknya secara langsung belum mendengarakn keterangan dari pihak keluarga korban yang disampaikan istri Pendeta Yeremias Zanambani . "Komnas tidak mendengar secara langsung hasil pertemuan itu, yang jelas kami menyambut baik ada kemajuan terkait peristiwa dalam kasus itu. Soal siapa pelakunya, tentu kami masih menunggu proses penyidikan. Kami juga saat ini juga sedang bekerja untuk dengan mengumpulkan informasi, dan nantinya kami akan jadwalkan untuk bertemu dengan istri almarhum," kata Frits.
Pemberitaan sebelumnya, kasus penembakan yang menewaskan Pendeta Yeremias Zanambani di Kampung Hatidapa beberapa waktu lalu, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan aparat penegak hukum saling tuding. (Baca juga: Hujan Tangis di Pemakaman Polwan yang Tewas Saat Menolong Adiknya )
Dimana Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw ketika diwawancarai, menyebutkan bahwa pelaku penembakan Pendeta Yeremias Zanambani murni dilakukan oleh anggota KKB, mengingat daerah tersebut telah dikuasai oleh lima kelompok yang berasal dari Tembagapura Mimika. Bahkan Paulus menyebutkan, kasus penembakan itu sengaja dilakukan lalu dipropaganda oleh kelompok sparatis untuk dibawa ke sidang PBB.
Lihat Juga :