Polisi Buru Pedagang Miras Surabaya yang Tewaskan Tiga Warga Blitar
Jum'at, 25 September 2020 - 20:56 WIB
"Total yang meninggal dunia akibat pesta miras di Kanigoro menjadi tiga orang," tambah Fanani. Dari hasil otopsi medis disimpulkan, para korban mengalami intoksikasi atau keracunan. Pada tubuh mereka ditemukan cairan yang mengandung alkohol 90 persen serta 22 persen metanol. "Ini memiliki kesamaan dengan miras yang diminum korban," kata Fanani.
(Baca juga: Pengepul Buah Tewas Terjun Bebas Saat Memanen Mangga Aplukat )
Miras oplosan yang merenggut nyawa tersebut diperoleh korban dari B, pedagang miras asal Desa Gaprang, Kecamatan Kanigoro. Yang bersangkutan langsung ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan.
Sementara S, rekannya yang berprofesi sopir pengantar hanya dikenakan wajib lapor. Di depan penyidik, B mengaku menerima pasokan miras dari pedagang Surabaya.
Mengetahui dagangan mirasnya telah menewaskan orang lain, pedagang Surabaya tersebut langsung melarikan diri. Fanani menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengejaran kemanapun yang bersangkutan bersembunyi. "Kami terus buru pelaku kemanapun dia bersembunyi. Karena miras yang dijual telah menewaskan orang lain," tegas Fanani.
(Baca juga: Pengepul Buah Tewas Terjun Bebas Saat Memanen Mangga Aplukat )
Miras oplosan yang merenggut nyawa tersebut diperoleh korban dari B, pedagang miras asal Desa Gaprang, Kecamatan Kanigoro. Yang bersangkutan langsung ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan.
Sementara S, rekannya yang berprofesi sopir pengantar hanya dikenakan wajib lapor. Di depan penyidik, B mengaku menerima pasokan miras dari pedagang Surabaya.
Mengetahui dagangan mirasnya telah menewaskan orang lain, pedagang Surabaya tersebut langsung melarikan diri. Fanani menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengejaran kemanapun yang bersangkutan bersembunyi. "Kami terus buru pelaku kemanapun dia bersembunyi. Karena miras yang dijual telah menewaskan orang lain," tegas Fanani.
(msd)
Lihat Juga :