Wahyu Napeng Kecam KUA-PPAS APBD Perubahan Kabupaten Luwu
Jum'at, 25 September 2020 - 15:50 WIB
"Rehab semua ada di sekretariat daerah, semua ada di sana, pemeliharaan yang menelan anggaran hingga miliaran. Panggil wartawan semua, kita akan eskpose ini, bahwa APBD Luwu di perubahan program perioritas adalah rehab-rehab," lanjutnya lagi.
Legislator dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyarankan, program rehab sekretariat yang menelan anggaran miliaran rupiah agar ditunda dan dibawa ke APBD 2021.
"Kalau mau pemeliharaan bawa ke 2021. Masa kita buat program tanpa hati nurani, ini tidak bisa dibiarkan. Tabe Pak Sekda, saya terlalu lancang dengan melihat kondisi kita kurang sehat, tapi maaf ini saya sampaikan dari dalam hati saya," katanya.
Baca juga: Tim Kewaspadaan Dini Terbentuk di Wilayah Walmas
"Silahkan kalau mau lanjutkan tapi saya Wahyu Napeng, selalu membawa amanah rakyat. Jika ini ditetapkan, anda akan membawa amanah tidak sesuai keinginan masyarakat termasuk pimpinan DPRD Luwu, saya harap kita berbuat sesuai amanah yang kita bawa," tambahnya.
Sebelum penetapan dan penandatanganan nota kesepakatan KUA-PPAS, Wahyu Napeng, walkout atau meninggalkan ruang rapat paripurna. Hingga kegiatan selesai, Wahyu Napeng, tidak lagi terlihat masuk ruangan dan mengikuti kegiatan.
Ketua DPRD Luwu, Rusli Sunali menanggapi santai pernyataan Wahyu Napeng."Saya rasa kita semua berkeinginan sama untuk kebaikan masyarakat. KUA-PPAS ini sifatnya tidak final. Semuanya masih bisa berubah," ujarnya.
Legislator dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyarankan, program rehab sekretariat yang menelan anggaran miliaran rupiah agar ditunda dan dibawa ke APBD 2021.
"Kalau mau pemeliharaan bawa ke 2021. Masa kita buat program tanpa hati nurani, ini tidak bisa dibiarkan. Tabe Pak Sekda, saya terlalu lancang dengan melihat kondisi kita kurang sehat, tapi maaf ini saya sampaikan dari dalam hati saya," katanya.
Baca juga: Tim Kewaspadaan Dini Terbentuk di Wilayah Walmas
"Silahkan kalau mau lanjutkan tapi saya Wahyu Napeng, selalu membawa amanah rakyat. Jika ini ditetapkan, anda akan membawa amanah tidak sesuai keinginan masyarakat termasuk pimpinan DPRD Luwu, saya harap kita berbuat sesuai amanah yang kita bawa," tambahnya.
Sebelum penetapan dan penandatanganan nota kesepakatan KUA-PPAS, Wahyu Napeng, walkout atau meninggalkan ruang rapat paripurna. Hingga kegiatan selesai, Wahyu Napeng, tidak lagi terlihat masuk ruangan dan mengikuti kegiatan.
Ketua DPRD Luwu, Rusli Sunali menanggapi santai pernyataan Wahyu Napeng."Saya rasa kita semua berkeinginan sama untuk kebaikan masyarakat. KUA-PPAS ini sifatnya tidak final. Semuanya masih bisa berubah," ujarnya.
Lihat Juga :