Desa Les Bali Sukses Padukan Wisata dan Pelestarian Alam lewat Program DSA

Senin, 15 Juni 2026 - 10:28 WIB
Melalui program Les Grow, warga didorong untuk mulai memilah sampah dari rumah. Sampah organik berupa daun kemudian diolah menjadi kompos yang dimanfaatkan untuk kebun terpadu milik Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) desa. Sebagian hasil kompos tersebut juga dipasarkan kembali sehingga memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat.

Di sektor kewirausahaan, Desa Les tetap mempertahankan tradisi pembuatan garam yang telah diwariskan secara turun-temurun. Dengan metode alami dan proses produksi tradisional, masyarakat mampu menghasilkan sekitar dua hingga tiga ton garam setiap kali panen.

Pengembangan usaha masyarakat turut diperkuat melalui kerja sama dengan BUMDes Giri Segara untuk pemasaran produk unggulan desa dan pengembangan UMKM. Selain itu, kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali juga membuka pasar yang lebih luas, dengan permintaan garam mencapai sekitar satu ton per bulan atau senilai kurang lebih Rp25 juta.

Penguatan ekonomi berbasis potensi lokal tersebut menjadi bukti bahwa tradisi yang dijaga masyarakat dapat berkembang menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.

Berbagai upaya pemberdayaan masyarakat dan pengembangan desa yang dijalankan akhirnya mengantarkan Desa Sejahtera Astra Desa Les meraih penghargaan Juara Umum Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 dari Kementerian Pariwisata.

Program yang dijalankan di Desa Les juga sejalan dengan komitmen Astra untuk terus berkolaborasi dengan masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan bersama sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!