Ada Lonjakan Kasus COVID-19, 1 Kecamatan di Madura Lockdwon
Senin, 21 September 2020 - 15:53 WIB
Pemkab Sumenep, menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Kecamatan Saronggi. Foto/iNews TV/Abdul Rahem
SUMENEP - Kasus positif COVID-19 di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengalami lonjakan. Pemkab Sumenep mengambil kebijakan untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM).
(Baca juga: Pemerintah Gunakan Telur HE untuk BPNT, Peternak Blitar Kelimpungan )
Langkap penerapan PSBM ini dilakukan oleh Pemkab Sumenep, untuk menekan penyebaran penularan COVID-19 di wilayah ujung Pulau Garam tersebut. Warga dilarang beraktivitas di luar rumah. Petugas gabungan dikerahkan untuk bersiaga di wilayah kecamatan tersebut.
Penerapan PSBM tersebut, ternyata dikeluhkan oleh warga. Salah satunya Warninda, yang mengaku penerapan PSBM di Kecamatan Saronggi tersebut sangat membingungkan warga. "Warga tidak bisa beraktivitas, dan tidak ada sosialisasi sebelumnya," tuturnya.
(Baca juga: Pemerintah Gunakan Telur HE untuk BPNT, Peternak Blitar Kelimpungan )
Langkap penerapan PSBM ini dilakukan oleh Pemkab Sumenep, untuk menekan penyebaran penularan COVID-19 di wilayah ujung Pulau Garam tersebut. Warga dilarang beraktivitas di luar rumah. Petugas gabungan dikerahkan untuk bersiaga di wilayah kecamatan tersebut.
Penerapan PSBM tersebut, ternyata dikeluhkan oleh warga. Salah satunya Warninda, yang mengaku penerapan PSBM di Kecamatan Saronggi tersebut sangat membingungkan warga. "Warga tidak bisa beraktivitas, dan tidak ada sosialisasi sebelumnya," tuturnya.
Lihat Juga :