Bandara Ewer Segera Beroperasi, Kabupaten Asmat Tingkatkan Daya Tarik Investor
Selasa, 15 September 2020 - 14:33 WIB
Pada sisi keselamatan dan keamanan penerbangan, Bandara Ewer kini telah dilengkapi dengan Fire Fighting Kategori IV (kendaraan pemadam kebakaran), serta melanjutkan pembuatan runway strip. "Mobil damkar ini salah satu persyaratan yang diminta sesuai prosedur pendaratan pesawat ATR. Atas kordinasi dengan pihak bandara, kendaraan damkar ini kita bawa dari Bandara Mopa, Merauke," katanya.
Selain itu, pembangunan terminal baru seluas 488 meter persegi (m2), didukung koridor berkonstruksi kayu yang sekaligus menghubungan terminal ke dermaga. Kemudian, perluasan lahan parkir pesawat (apron) dari 60 m x 40 m menjadi 90 m x 70 m dan landas hubung (taxiway) 86 m x 15 m. "Pembangunan bandara dilakukan secara gotong royong kabupaten, provinsi, dan pusat. Sinergitas ini adalah bagaimana upaya kita menghadirkan negara di tengah-tengah masyarakat," kata Kambu.
Beberapa maskapai komersial sedang mengajukan proving flight menggunakan pesawat ATR-42 ke Bandara Ewer yaitu Wings Air dan rencananya Trigana Air Service dengan kapasitas di atas 40 seat. "Setelah Direktorat Bandara melakukan peninjauan dan memberikan persetujuan tes landing, jika dinyatakan layak maka pesawat berbadan besar sudah bisa masuk," pungkas Bupati Kambu.
Selain itu, pembangunan terminal baru seluas 488 meter persegi (m2), didukung koridor berkonstruksi kayu yang sekaligus menghubungan terminal ke dermaga. Kemudian, perluasan lahan parkir pesawat (apron) dari 60 m x 40 m menjadi 90 m x 70 m dan landas hubung (taxiway) 86 m x 15 m. "Pembangunan bandara dilakukan secara gotong royong kabupaten, provinsi, dan pusat. Sinergitas ini adalah bagaimana upaya kita menghadirkan negara di tengah-tengah masyarakat," kata Kambu.
Beberapa maskapai komersial sedang mengajukan proving flight menggunakan pesawat ATR-42 ke Bandara Ewer yaitu Wings Air dan rencananya Trigana Air Service dengan kapasitas di atas 40 seat. "Setelah Direktorat Bandara melakukan peninjauan dan memberikan persetujuan tes landing, jika dinyatakan layak maka pesawat berbadan besar sudah bisa masuk," pungkas Bupati Kambu.
(alf)
Lihat Juga :