Bandara Ewer Segera Beroperasi, Kabupaten Asmat Tingkatkan Daya Tarik Investor

Selasa, 15 September 2020 - 14:33 WIB
Menurut Bupati Kambu, kepastian jadwal penerbangan reguler juga akan mengundang daya tarik investor masuk ke Asmat, untuk mengelola segala potensi guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Kalau bandara jadi, ada jadwal penerbangan reguler, pasti akan banyak orang datang. Ini tentu akan menumbuhkan sektor ekonomi, aktivitas perdagangan, kuliner, perhotelan dan sebagainya," kata dia.

Bandara Ewer dirintis sejak 1960an dengan landas pacu (runway) sepanjang 600 meter, ketika itu masih menggunakan tikar baja. Setelah Asmat menjadi kabupaten baru dimekarkan dari Kabupaten Merauke, pemerintah mulai berupaya meningkatkan kapasitas Bandara Ewer untuk bisa didarati pesawat berbadan besar.

Upaya tersebut mulai terwujud di masa kepemimpinan Elisa Kambu-Thomas Eppe Safanpo, melanjutkan pembangunan bupati sebelumnya Yuvensius Alfonsius Biakai (2010-2015) dan Penjabat Bupati Elisa F. Aury (2015). "Setelah saya dengan pak Thom (Thomas Safanpo) terpilih dan dilantik, kami fokus pada enam pembangunan infrastruktur utama, salah satunya adalah bandara," kata Kambu.

Kambu mengatakan, pembangunan Bandara Ewer menelan biaya cukup besar hingga ratusan miliar, yang bersumber dari APBD Kabupaten Asmat, Pemprov Papua, dan pemerintah pusat melalui Kemenhub RI. Fasilitas yang dikembangkan adalah landas pacu dari 600 m menjadi 1.650 m x 30 m, dimana 450 m dikerjakan pada 2019 yang tinggal menunggu uji teknis oleh Direktorat Bandar Udara Kemenhub, untuk syarat kelayakan pendaratan pesawat ATR.

"Landas pacu yang sudah digunakan 1.200 meter, sementara penambahan 450 meter belum digunakan. Karena masa pandemi Covid-19 sehingga belum dilakukan uji teknis oleh Direktorat Bandara," kata Kambu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!