Merayakan Arsitektur Berkelanjutan nan Ekspresif
Sabtu, 18 Oktober 2025 - 23:24 WIB
"Nah, kalau dengan sayembara, biasanya arsitek lebih semangat karena merasa bisa lebih explore, lebih inovatif tanpa dibatasi oleh hal-hal yang memang tidak perlu. Kadang karena itulah arsitek membutuhkan banyak mengikuti sayembara," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya arsitektur inklusif yang dapat dinikmati semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas, serta karya partisipatif yang melibatkan aspirasi masyarakat. Teguh mengingatkan bahwa arsitektur berkelanjutan adalah warisan untuk generasi mendatang, agar sumber daya alam tetap terjaga dan tidak menjadi beban bagi anak cucu.
"Jangan sampai suatu hari anak cucu kita itu protes karena sumber daya alam dihabiskan oleh generasi kita sekarang. Seperti mungkin, saat ini kita kadang menyalahkan generasi pendahulu kita, ketika awareness mengenai isu keberlanjutannya terlambat. Nah, jadi jangan sampai anak cucu kita suatu hari menyalahkan generasi kita," ujarnya.
Sementara itu, Chairman OGRA 2025 Almodani menyampaikan sesuai tema kali ini, atap dapat menjadi medium ekspresif yang personal, berani, dan bermakna, menghubungkan keindahan, fungsi, serta kesadaran ekologis dalam satu kesatuan desain.
Menurutnya, malam penghargaan ini merayakan karya dari lima finalis yang berhasil menampilkan gagasan inovatif dalam desain atap, mulai dari permainan bentuk yang ekspresif hingga penerapan prinsip energi pasif yang memanfaatkan cahaya dan sirkulasi udara alami untuk mengurangi konsumsi listrik.
Ia juga menekankan pentingnya arsitektur inklusif yang dapat dinikmati semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas, serta karya partisipatif yang melibatkan aspirasi masyarakat. Teguh mengingatkan bahwa arsitektur berkelanjutan adalah warisan untuk generasi mendatang, agar sumber daya alam tetap terjaga dan tidak menjadi beban bagi anak cucu.
"Jangan sampai suatu hari anak cucu kita itu protes karena sumber daya alam dihabiskan oleh generasi kita sekarang. Seperti mungkin, saat ini kita kadang menyalahkan generasi pendahulu kita, ketika awareness mengenai isu keberlanjutannya terlambat. Nah, jadi jangan sampai anak cucu kita suatu hari menyalahkan generasi kita," ujarnya.
Sementara itu, Chairman OGRA 2025 Almodani menyampaikan sesuai tema kali ini, atap dapat menjadi medium ekspresif yang personal, berani, dan bermakna, menghubungkan keindahan, fungsi, serta kesadaran ekologis dalam satu kesatuan desain.
Menurutnya, malam penghargaan ini merayakan karya dari lima finalis yang berhasil menampilkan gagasan inovatif dalam desain atap, mulai dari permainan bentuk yang ekspresif hingga penerapan prinsip energi pasif yang memanfaatkan cahaya dan sirkulasi udara alami untuk mengurangi konsumsi listrik.
(abd)
Lihat Juga :