Kementerian PU Harap Arsitek Dukung Mitigasi Perubahan Iklim
Jum'at, 09 Mei 2025 - 22:57 WIB
loading...
Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti berharap semua arsitek di Indonesia bisa berperan aktif dalam mitigasi perubahan iklim. Foto/istimewa
A
A
A
TANGERANG - Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti berharap semua arsitek di Indonesia bisa terus berinovasi dan juga berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait. Tujuannya agar arsitek bisa berperan aktif dalam aksi mitigasi perubahan iklim.
Hal itu disampaikan Diana dalam forum dan pameran arsitektur ARCH:ID 2025 yang digelar mulai 8-11 Mei 2025 di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Jumat (9/5/2024).
Diana mengatakan, di tengah krisis iklim dan disrupsi teknologi, salah satu strategi utama untuk meningkatkan performa arsitektur dan juga industri konstruksi adalah bagaimana mereduksi emisi karbon disektor bangunan gedung.
“Nah di sinilah arsitek mempunyai peran yang sangat penting. Karena arsitek tidak bisa lepas dari bangunan gedung. Dan beberapa strategi reduksi yang bisa dilakukan ini tentunya untuk mengurangi penggunaan energi melalui perubahan prilaku dan juga efisiensi energi. Ini yang benar-benar selalu kita tekankan,” kata Diana.
Baca juga: Ancaman Perubahan Iklim, Kesehatan Ibu dan Anak Harus Diprioritaskan
Business Development Manajer PT Tatalogam Lestari Christi Pramudianti Wihardjono menyebut pembangunan yang berkelanjutan harus juga didukung dengan material konstruksi yang dalam proses manufaktur, proses produksi hingga proses distribusinya menghasilkan emisi karbon yang sangat rendah.
“Semua produk baja ringan yang diproduksi pastinya sudah ramah lingkungan yah. Bahkan kini beberapa material kami sedang dalam proses Greenship Solution Endorsment (GSE) untuk memberikan suatu kepastian bahwa material kami dalam proses manufakturingnya, dalam proses produksinya, sampai proses distribusinya menghasilkan jejak karbon yang sedikit,” kata Christi.
Hal itu disampaikan Diana dalam forum dan pameran arsitektur ARCH:ID 2025 yang digelar mulai 8-11 Mei 2025 di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Jumat (9/5/2024).
Diana mengatakan, di tengah krisis iklim dan disrupsi teknologi, salah satu strategi utama untuk meningkatkan performa arsitektur dan juga industri konstruksi adalah bagaimana mereduksi emisi karbon disektor bangunan gedung.
“Nah di sinilah arsitek mempunyai peran yang sangat penting. Karena arsitek tidak bisa lepas dari bangunan gedung. Dan beberapa strategi reduksi yang bisa dilakukan ini tentunya untuk mengurangi penggunaan energi melalui perubahan prilaku dan juga efisiensi energi. Ini yang benar-benar selalu kita tekankan,” kata Diana.
Baca juga: Ancaman Perubahan Iklim, Kesehatan Ibu dan Anak Harus Diprioritaskan
Business Development Manajer PT Tatalogam Lestari Christi Pramudianti Wihardjono menyebut pembangunan yang berkelanjutan harus juga didukung dengan material konstruksi yang dalam proses manufaktur, proses produksi hingga proses distribusinya menghasilkan emisi karbon yang sangat rendah.
“Semua produk baja ringan yang diproduksi pastinya sudah ramah lingkungan yah. Bahkan kini beberapa material kami sedang dalam proses Greenship Solution Endorsment (GSE) untuk memberikan suatu kepastian bahwa material kami dalam proses manufakturingnya, dalam proses produksinya, sampai proses distribusinya menghasilkan jejak karbon yang sedikit,” kata Christi.
Lihat Juga :