Capaian Pembangunan Kabupaten Pangandaran Dibawah Kepemimpinan Jeje Wiradinata
Sabtu, 12 September 2020 - 20:26 WIB
Target angka Nasional dalam mengatasi angka pengangguran tercatat 5,34 sedangkan target angka Jawa Barat 8,17, dengan angka 3,58 Kabupaten Pangandaran berhasil menanggulangi angka pengangguran.
Dalam pengentasan kemiskinan Kabupaten Pangandaran berhasil menekan angka hingga 30.730 atau 7,71% dari angka penduduk. Angka kemiskinan tahun 2015 tercatat 41.970 atau 10,76%, tahun 2016 tercatat 40.140 atau 10,23%, tahun 2017 tercatat 39.460 atau 10,00%, tahun 2018 tercatat 32.190 atau 8,12% dan tahun 2019 tercatat 30.730 atau 7,71%.
Untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami kenaikan. Pada tahun 2013 tercatat 64,73, tahun 2014 tercatat 65,29, tahun 2015 tercatat 65,62, tahun 2016 tercatat 65,79, tahun 2017 tercatat 66,6 dan tahun 2018 tercatat 67,44.
Rincian tahun 2018 untuk IPM sektor pendidikan 58,71, angka harapan lama sekolah 12,04, angka rata-rata lama sekolah 7,58. Indek kesehatan tercatat 78,22, angka harapan hidup tercatat 70,84. Indeks daya beli tercatat 66,81 dan daya beli masyarakat tercatat Rp8.968.000.
Sedangkan angka gini ratio dan angka ketergantungan di Kabupaten Pangandaran cukup stabil, tahun 2013 angka gini ratio 0,33 dan angka ketergantungan 48,25, tahun 2014 angka gini ratio 0,31 dan angka ketergantungan 48,28, tahun 2015 angka gini ratio 0,35 dan angka ketergantungan 47,52, tahun 2016 angka gini ratio 0,33 dan angka ketergantungan 47,25, tahun 2017 angka gini ratio 0,35 dan angka ketergantungan 47,04 dan tahun 2018 angka gini ratio 0,35 dan angka ketergantungan 46,93.
Selama Jeje Wiradinata menjadi Bupati Pangandaran, birokrasi telah memberikan pelayanan publik yang baik berdasarkan standar Indek Kepuasan Masyarakat (IKM) dengan nilai rata-rata 79,93. Pelayanan publik tersebut di antaranya, kesehatan dengan nilai 84,48. Pelayanan jalan dengan nilai 77,16. Pelayanan Pendidikan Dasar dan Menengah 77,59. Pelayanan Pariwisata dengan nilai 80,49.
Jeje Wiradinata berhasil melakukan pemetaan Pemerintah dengan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI dengan predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) sebanyak tiga kali.
Dalam pengentasan kemiskinan Kabupaten Pangandaran berhasil menekan angka hingga 30.730 atau 7,71% dari angka penduduk. Angka kemiskinan tahun 2015 tercatat 41.970 atau 10,76%, tahun 2016 tercatat 40.140 atau 10,23%, tahun 2017 tercatat 39.460 atau 10,00%, tahun 2018 tercatat 32.190 atau 8,12% dan tahun 2019 tercatat 30.730 atau 7,71%.
Untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami kenaikan. Pada tahun 2013 tercatat 64,73, tahun 2014 tercatat 65,29, tahun 2015 tercatat 65,62, tahun 2016 tercatat 65,79, tahun 2017 tercatat 66,6 dan tahun 2018 tercatat 67,44.
Rincian tahun 2018 untuk IPM sektor pendidikan 58,71, angka harapan lama sekolah 12,04, angka rata-rata lama sekolah 7,58. Indek kesehatan tercatat 78,22, angka harapan hidup tercatat 70,84. Indeks daya beli tercatat 66,81 dan daya beli masyarakat tercatat Rp8.968.000.
Sedangkan angka gini ratio dan angka ketergantungan di Kabupaten Pangandaran cukup stabil, tahun 2013 angka gini ratio 0,33 dan angka ketergantungan 48,25, tahun 2014 angka gini ratio 0,31 dan angka ketergantungan 48,28, tahun 2015 angka gini ratio 0,35 dan angka ketergantungan 47,52, tahun 2016 angka gini ratio 0,33 dan angka ketergantungan 47,25, tahun 2017 angka gini ratio 0,35 dan angka ketergantungan 47,04 dan tahun 2018 angka gini ratio 0,35 dan angka ketergantungan 46,93.
Selama Jeje Wiradinata menjadi Bupati Pangandaran, birokrasi telah memberikan pelayanan publik yang baik berdasarkan standar Indek Kepuasan Masyarakat (IKM) dengan nilai rata-rata 79,93. Pelayanan publik tersebut di antaranya, kesehatan dengan nilai 84,48. Pelayanan jalan dengan nilai 77,16. Pelayanan Pendidikan Dasar dan Menengah 77,59. Pelayanan Pariwisata dengan nilai 80,49.
Jeje Wiradinata berhasil melakukan pemetaan Pemerintah dengan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI dengan predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) sebanyak tiga kali.
(alf)
Lihat Juga :