Surabaya Kembali Terapkan Rapid Test dan Swab Bagi Pendatang
Kamis, 10 September 2020 - 14:54 WIB
“Semua ini berkat seluruh jajaran dari TNI, Polri maupun masyarakat saling bahu membahu. Jadi pengamanannya sampai di warung kopi, pasar dan kawasan pemukiman,” kata dia.
Semua jajaran, kata dia, terus aktif dalam menjaga protokol di berbagai sektor masyarakat. Di antaranya, warung kopi, pasar, mal, wilayah perkampungan, serta beberapa tempat publik yang berpotensi menjadi kerumunan masal. Makanya, setiap hari, lurah dan camat terus berkomunikasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Koramil, hingga polsek aktif bergerak. “Mereka bergerak terus untuk menjaga protokol-protokol itu tadi setiap hari,” ucap dia.
Untuk mengantisipasi dan menjaga Surabaya agar semakin terkendali, pihaknya memberlakukan kembali kebijakan pencegahan COVID-19 seperti dahulu. Yakni, mewajibkan rapid test dan swab kepada para pendatang yang menginap di Surabaya.
Selain itu pula pemkot juga menyiapkan beberapa tempat untuk pemeriksaan. “Jadi nanti kita siapkan untuk para tamu terutama yang menginap (di Surabaya) untuk melakukan beberapa tahapan itu,” jelas dia.
Menurut dia, hingga saat ini hampir 75% pasien yang dirawat di rumah sakit sudah dinyatakan negatif. Namun, dia menyebut, pasien belum bisa pulang lantaran terkendala oleh komorbid (penyakit penyerta). ”Mudah-mudahan ini bisa segera selesai, sehingga ekonomi di Kota Pahlawan segera pulih,” kata dia.
Semua jajaran, kata dia, terus aktif dalam menjaga protokol di berbagai sektor masyarakat. Di antaranya, warung kopi, pasar, mal, wilayah perkampungan, serta beberapa tempat publik yang berpotensi menjadi kerumunan masal. Makanya, setiap hari, lurah dan camat terus berkomunikasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Koramil, hingga polsek aktif bergerak. “Mereka bergerak terus untuk menjaga protokol-protokol itu tadi setiap hari,” ucap dia.
Untuk mengantisipasi dan menjaga Surabaya agar semakin terkendali, pihaknya memberlakukan kembali kebijakan pencegahan COVID-19 seperti dahulu. Yakni, mewajibkan rapid test dan swab kepada para pendatang yang menginap di Surabaya.
Selain itu pula pemkot juga menyiapkan beberapa tempat untuk pemeriksaan. “Jadi nanti kita siapkan untuk para tamu terutama yang menginap (di Surabaya) untuk melakukan beberapa tahapan itu,” jelas dia.
Menurut dia, hingga saat ini hampir 75% pasien yang dirawat di rumah sakit sudah dinyatakan negatif. Namun, dia menyebut, pasien belum bisa pulang lantaran terkendala oleh komorbid (penyakit penyerta). ”Mudah-mudahan ini bisa segera selesai, sehingga ekonomi di Kota Pahlawan segera pulih,” kata dia.
(nth)
Lihat Juga :