Kisah Raden Ronggo Prawirodirjo III yang Minggat dari Istana lalu Diburu Sultan Hamengkubuwono II

Sabtu, 12 Juli 2025 - 14:07 WIB
Perintah tambahan juga dikeluarkan Sultan kepada Pangeran Dipokusumo pada 27 November 1810 untuk memperkuat barisan Purwodipuro. Instruksi Sultan sangat jelas, jika tertangkap Raden Ronggo harus dieksekusi di tempat. Sultan menolak menanggung malu jika bekas pejabat tinggi Kesultanan dibawa hidup-hidup kembali ke istana.

Namun, di balik sikap tegas tersebut, Sultan Hamengkubuwono II juga dibayang-bayangi oleh janji ayahnya Sultan Hamengkubuwono I kepada kakek Raden Ronggo III yakni Kiai Ronggo Prawirosentiko atau Raden Ronggo Prawirodirjo I.

Janji tersebut menyatakan bahwa keturunan Ronggo I tidak boleh disakiti, apalagi ditumpahkan darahnya meskipun melakukan pelanggaran.

Misi penangkapan itu pun dijalankan. Raden Tumenggung Purwodipuro memimpin ekspedisi besar-besaran didampingi dua perwira asing Sersan Lucas Leberveld, Indo-Jerman kelahiran Batavia, dan Letnan Thomas Paulus, kelahiran Belanda. Keduanya mewakili kekuatan militer kolonial yang ikut memadamkan perlawanan Raden Ronggo.

Perjuangan Raden Ronggo menjadi simbol kegigihan tokoh-tokoh lokal Nusantara dalam mempertahankan kehormatan dan Tanah Air dari cengkeraman kolonialisme meski harus menghadapi tekanan dari dalam istananya sendiri.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!