Kisah Raden Ronggo Prawirodirjo III yang Minggat dari Istana lalu Diburu Sultan Hamengkubuwono II

Sabtu, 12 Juli 2025 - 14:07 WIB
loading...
Kisah Raden Ronggo Prawirodirjo...
Raden Ronggo Prawirodirjo III yang juga Bupati Wedana Mancanagera Timur Kesultanan Yogyakarta diburu Sultan Hamengkubuwono II. Dia meninggalkan Yogyakarta demi mengangkat senjata melawan penjajah Belanda. Foto: Ist
A A A
RADENRonggo Prawirodirjo III yang juga Bupati Wedana Mancanagera Timur Kesultanan Yogyakarta diburu Sultan Hamengkubuwono II. Dia nekat meninggalkan Yogyakarta demi mengangkat senjata melawan penjajah Belanda.

Keputusan Raden Ronggo keluar dari lingkaran istana tak lepas dari tekadnya melawan kesewenang-wenangan Belanda terhadap rakyat. Dia melarikan diri ke wilayah Maospati di mana perjuangannya mulai digerakkan.

Perlawanan ini dilandasi semangat Ratu Adil. Sebuah keyakinan spiritual yang kerap mewarnai gerakan perlawanan di berbagai penjuru Tanah Air.

Baca juga: Kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada dalam Menggerakkan Roda Pemerintahan Majapahit

Dalam perjuangannya, Raden Ronggo tidak sendirian. Dia dibantu Mas Tumenggung Sumonegoro, seorang keturunan Bali yang menjabat Bupati Padhangan wilayah yang kini masuk Bojonegoro.

Menurut riwayat, cucu dari panglima Kesultanan Mataram I Mas Tumenggung Malangnegoro mengaku mendapat bisikan gaib bahwa Raden Ronggo ditakdirkan menjadi Sunan Ingalogo, penguasa Keraton Kutha Pethik atau dikenal juga Kerajaan Ketonggo.

Dikutip dari catatan sejarah berjudul “Banteng Terakhir Kesultanan Yogyakarta: Riwayat Raden Ronggo Prawirodirjo III dari Madiun, sekitar 1779–1810”, Sultan Hamengkubuwono II diketahui mengerahkan sekitar 1.000 prajurit untuk memburu sang bupati pemberontak.

Pasukan tersebut dipimpin Raden Tumenggung Purwodipuro, mantan punakawan sultan yang kelak dikenal karena korupsi dan akhirnya dipecat.

Sultan juga menginstruksikan kepada para bupati di wilayah timur Yogyakarta untuk bekerja sama dalam memburu Raden Ronggo. Bahkan, pada 21 November 1810, Raden Ronggo yang juga merangkap Bupati Madiun secara resmi dijatuhi hukuman mati jika menolak kembali ke Yogyakarta.

Perintah tambahan juga dikeluarkan Sultan kepada Pangeran Dipokusumo pada 27 November 1810 untuk memperkuat barisan Purwodipuro. Instruksi Sultan sangat jelas, jika tertangkap Raden Ronggo harus dieksekusi di tempat. Sultan menolak menanggung malu jika bekas pejabat tinggi Kesultanan dibawa hidup-hidup kembali ke istana.

Namun, di balik sikap tegas tersebut, Sultan Hamengkubuwono II juga dibayang-bayangi oleh janji ayahnya Sultan Hamengkubuwono I kepada kakek Raden Ronggo III yakni Kiai Ronggo Prawirosentiko atau Raden Ronggo Prawirodirjo I.

Janji tersebut menyatakan bahwa keturunan Ronggo I tidak boleh disakiti, apalagi ditumpahkan darahnya meskipun melakukan pelanggaran.

Misi penangkapan itu pun dijalankan. Raden Tumenggung Purwodipuro memimpin ekspedisi besar-besaran didampingi dua perwira asing Sersan Lucas Leberveld, Indo-Jerman kelahiran Batavia, dan Letnan Thomas Paulus, kelahiran Belanda. Keduanya mewakili kekuatan militer kolonial yang ikut memadamkan perlawanan Raden Ronggo.

Perjuangan Raden Ronggo menjadi simbol kegigihan tokoh-tokoh lokal Nusantara dalam mempertahankan kehormatan dan Tanah Air dari cengkeraman kolonialisme meski harus menghadapi tekanan dari dalam istananya sendiri.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Ribuan Penonton Final...
Ribuan Penonton Final PFL 2026 Ciptakan Peluang Ekonomi bagi Pengusaha Ultra Mikro
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas soal Kopdes Merah Putih, Gibran Duduk di Sebelah Kirinya
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
Istana Belum Terima...
Istana Belum Terima Usulan Jaksa Agung soal Jampidsus Baru Pengganti Febrie Adriansyah
Rekomendasi
PRIMARIA FEST Sukabumi...
PRIMARIA FEST Sukabumi 2026 Satukan Ribuan Penikmat Indonesian Bounce Music
Kisah Paredes Dicuekin...
Kisah Paredes Dicuekin Messi Sampai 3 Bulan Gara-gara Liga Champions
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
Infografis
5 Pencurian di Museum...
5 Pencurian di Museum yang Paling Terkenal, dari Mona Lisa hingga Van Gogh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved