Dari 393 Guru Positif COVID-19, Tinggal 4 Orang Masih Dirawat

Kamis, 03 September 2020 - 19:44 WIB
Ia melanjutkan, pasien-pasien yang terpapar tersebut sebagian besar statusnya sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) dan tidak memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Sehingga ia memastikan proses kesembuhan mereka bisa berlangsung lebih cepat.

"Treatmennya tidak ada bedanya dengan pasien yang lain. Bahkan hingga hari ini kami terus melakukan tes swab kepada para guru-guru," ungkapnya. (Baca juga: Percaya Diri, Gibran-Teguh Pasang Target Suara 80 Persen )

Ia menambahkan, salah satu strategi agar pasien yang terpapar dapat lekas pulih, yakni dengan cara masif melakukan deteksi dini. Dari situlah saat diketahui hasilnya kemudian Dinkes langsung bergerak cepat untuk melakukan penanganan.

"Kenapa harus dilakukan pemeriksaan masif? Karena kita harus menemukan dari awal deteksi, begitu mengetahuinya langsung kita terapi. Ini salah satu cara kita, agar pasien banyak yang sembuh," jelasnya. (Baca juga: Delapan Rumah di Manado Ludes Dilalap Si Jago Merah )

Bagi para guru yang memiliki komorbid , katanya, maka diwajibkan untuk ekstra menjaga kondisinya agar tidak kambuh. Misalnya, penyakit diabetes harus tetap mengkonsumsi obat-obat yang dianjurkan agar diabetesnya tetap terkendali. "Jadi seperti diabetes itu tidak mungkin sembuh. Tetapi dia bisa terkendali," ucapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!