Ditanya Soal UMKM dan Belajar Tatap Muka, Ini Kata Bupati Rembang

Senin, 31 Agustus 2020 - 09:01 WIB
Ketika talk show, Hafidz juga menerima keluhan seputar pembelajaran daring (online) yang membuat pengeluaran masyarakat meningkat, akibat membeli kuota internet. "Saya ke desa-desa menampung semua keluhan. Kalau wong tani per Minggu harus beli Rp30-50 ribu untuk beli kuota, ya jelas keberatan," imbuh Hafidz.

(Baca juga: 2 Dokter Positif COVID-19, IGD RSUD Sultan Iskandar Muda Ditutup )

Imbas lain, waktu orang tua menjadi tersita, karena harus menunggu anak-anaknya belajar. Apalagi jika orang tua ternyata tidak memahami materi pelajaran, kondisinya pasti akan lebih parah.

"Ketika anak nggak tahu, kemudian tanya sama bapak ibunya, lha orang tuanya longa-longo nggak paham, anaknya akan bilang oh jebule bapak ku goblok. Lhah, keluhan-keluhan seperti ini yang saya tampung, untuk menentukan kebijakan," tandasnya.

Menurut Hafidz, hingga Minggu (30/8/2020) malam 50 an orang di Kabupaten Rembang , masih terpapar COVID-19 , rinciannya 15 orang isolasi mandiri dan 35 orang menjalani perawatan di rumah sakit.

Berdasarkan perhitungan, dalam rentang waktu 1-2 minggu ke depan, trend COVID-19 akan semakin menurun. Kalau prediksi ini tepat, proses pembelajaran tatap muka di sekolah akan segera dimulai.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!