Produksi dan Jual Oli Palsu, Pria Asal Tangerang Diringkus Polda Lampung
Jum'at, 05 Juli 2024 - 20:32 WIB
Lalu tim memeriksa isi truk tersebut yang ternyata sedang mengangkut beberapa dus oli diduga palsu. Kemudian saat diinterogasi, sopir dan kernet truk mengaku oli yang dibawa berasal dari Tangerang, Banten.
“Jadi sopir dan kernet ini diorder untuk mengangkut dari Tangerang ke wilayah Lampung, nanti mereka akan dihubungi lagi untuk mengarahkan ke mana barang tersebut dibawa," ungkap Donny.
Sementara sambil menunggu informasi barang tersebut dibawa ke mana, Polda Lampung mendapati truk terparkir di jalan. Dari keduanya, polisi kemudian melakukan pengembangan atas kepemilikan barang, ternyata di Tangerang ditemukan lokasi oli diproduksi dan dimuat.
Baca juga; Kemendag Bongkar Jaringan Oli Palsu dengan Kemasan Sempurna
“Saat di Tangerang, kami tangkap tersangka H ditemukan barang bukti dus, oli kemasan, botol oli, peralatan yang digunakan untuk memproduksi, dan beberapa drum,” jelas Donny.
Donny mengungkapkan, tersangka H merupakan pemilik dan juga orang yang memproduksi oli palsu tersebut. Dikatakannya, dalam kasus tersebut, polisi memeriksa 10 orang sebagai saksi baik yang di lokasi pembuatan maupun sopir dan kernet yang mengantar barang ke Lampung.
“Jadi sopir dan kernet ini diorder untuk mengangkut dari Tangerang ke wilayah Lampung, nanti mereka akan dihubungi lagi untuk mengarahkan ke mana barang tersebut dibawa," ungkap Donny.
Sementara sambil menunggu informasi barang tersebut dibawa ke mana, Polda Lampung mendapati truk terparkir di jalan. Dari keduanya, polisi kemudian melakukan pengembangan atas kepemilikan barang, ternyata di Tangerang ditemukan lokasi oli diproduksi dan dimuat.
Baca juga; Kemendag Bongkar Jaringan Oli Palsu dengan Kemasan Sempurna
“Saat di Tangerang, kami tangkap tersangka H ditemukan barang bukti dus, oli kemasan, botol oli, peralatan yang digunakan untuk memproduksi, dan beberapa drum,” jelas Donny.
Donny mengungkapkan, tersangka H merupakan pemilik dan juga orang yang memproduksi oli palsu tersebut. Dikatakannya, dalam kasus tersebut, polisi memeriksa 10 orang sebagai saksi baik yang di lokasi pembuatan maupun sopir dan kernet yang mengantar barang ke Lampung.
Lihat Juga :