Berburu Karomah di Makam Nyai Kopek, Penyebar Agama Islam di Salatiga

Sabtu, 22 Agustus 2020 - 05:00 WIB
Dia menuturkan, Nyai Kopek merupakan penyebar agama Islam di Kota Salatiga. Karena itu, dia sering berziarah ke makam Nyai Kopek dan bermunajat kepada Allah SWT di tempat itu. "Saya bermunajat untuk mengharapkan ampunan, keridaan dan hidayah dari Allah SWT. Semoga doa saya dikabulkan," ucapnya.

Pemerhati Sejarah dan Budaya Kota Salatiga, Edi Supangkat menjelaskan bahwa dalam sejarahnya, Nyai Kopek adalah tokoh di Kasunanan Surakarta disaat negeri ini masih dikuasi oleh pemerintah kolonial Belanda. Di kasunanan ketika itu terpecah dua kubu yakni pro kolonial Belanda dan kontra kolonial Belanda.

"Nyai Kopek dan suaminya Ki Sekar Gadung Melati adalah tokoh muslim yang kontra dengan kolonial Belanda. Mereka memilih keluar dari kasunanan dan mengembara menyebarkan ilmu agama Islam di Salatiga," terangnya.

Kala itu, Nyai Kopek melakukan syiar agama Islam di daerah Pancuran dan sekitarnya di Salatiga. Sedangkan suaminya Ki Sekar Gadung Melati mengajarkan agama Islam di wilayah Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang.

"Setelah meninggal Nyai Kopek dimakamkan di Pancuran. Sedangkan suaminya dimakamkan di Desa Sukoharjo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang," pungkasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!