KSAD dan Wakapolri Turun Tangan Rancang Strategi Hadapi COVID-19 di Jabar

Jum'at, 21 Agustus 2020 - 17:26 WIB
Dengan kondisi tersebut, pihaknya meminta KPCPEN memfasilitasi bantuan alat swab test dengan metode polymerase chain reaction (PCR) maupun anggaran, agar kapasitas dan persentase swab test di Jabar dapat dimaksimalkan.

"Kami memohon kepada beliau untuk memberikan dukungan dalam bentuk (alat) PCR atau anggaran, agar kami bisa mengetes melalui lembaga swasta yang menyediakan karena kapasitas laboratorium kami yang jumlahnya 20 laboratorium sudah maksimal di angka 15.000-20.000 per minggu. Padahal, idealnya di angka 40.000," paparnya. (BACA JUGA: Gibran Dapat Lawan di Pilwalkot Solo, Ini Penantangnya)

Dalam rangka membangkitkan perekonomian, pria yang akrab disapa Kang Emil itu memastikan bahwa seluruh lini ekonomi di Provinsi yang dipimpinnya sudah dibuka dengan penerapan protokol kesehatan, yakni menggunakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan.

"Namun sejauh ini, tingkat kedisiplinannya masih 50 persen. Karenanya, kami meminta pihak TNI dan Polri ikut membantu mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan," katanya.

"Kami juga laporkan bahwa wilayah Jabar mayoritas risiko sedang dan rendah, hanya Depok yang merah. Kami mohon dukungan untuk menguatkan (kedisipinan) di zona merah," tandas Kang Emil.
(vit)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!