Kisah Perjanjian Perdagangan Pajajaran dan Portugis Bikin Kerajaan Demak Terdesak

Kamis, 09 Mei 2024 - 08:24 WIB
“Padahal Demak baru saja keluar dari musibah sisa-sisa perebutan hak waris kekuasaan,” demikian dikutip dari buku "Melacak Sejarah Pakuan Pajajaran dan Prabu Siliwangi”.

Sultan Trenggono belum bisa melakukan tindakan apa pun. Tetapi kebetulan, di pihak Portugis pun ada masalah. Selain armada mereka mengalami dua kali gagal mendarat di Pelabuhan Kalapa karena badai laut, Alfonso d'Albouquerque pun meninggal dunia di Cuchin.

Hal ini membuat pada 1526 Demak dapat mengirimkan armada yang dipimpin oleh panglima, yaitu Fadhillah Khan, menantu Sunan Gunung Jati.

Baca Juga: Kisah Letjen KKO Hartono, Jenderal Loyalis Soekarno yang Mati Misterius di Orde Baru

Dia adalah orang Cirebon menyebut Fadhillah sebagai Wong Agung Sabrang atau Tubagus Pase, lantaran berasal dari Pasai, yang pada tahun 1521 direbut oleh Portugis.Fadhillah adalah suami Ratu Ayu, anak perempuan Sunan Gunung Jati, janda Pangeran Sabrang Lor.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!